Menjadi Mantri BRI berarti harus siap turun langsung ke lapangan. Bagi Hany, tugas ini membawa tantangan baru yang tidak ringan, terutama terkait kondisi geografis wilayah kerjanya.
"Saya ditempatkan di Unit Elat. Kota Elat di Pulau Kei Besar ini memiliki 115 desa dan 5 kecamatan. Beberapa wilayah di sini akses jalannya masih belum bagus. Tidak semua jalan beraspal. Di wilayah barat dan timur, jalannya masih belum beraspal. Bahkan, kalau kami bilang sangat tidak layak dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat," kata Hany.
Perjalanan menuju desa-desa yang menjadi wilayah tugasnya sering kali memakan waktu panjang dengan kondisi jalan yang menantang. Tidak jarang Hany harus menghadapi medan berlumpur, tanjakan curam, hingga jalan berbatu. Selain kondisi jalan, faktor cuaca juga kerap menjadi ujian tersendiri.
“Cuaca sering jadi tantangan. Pernah kehujanan hingga basah kuyup, bahkan saat menuju daerah yang harus melewati sekitar 12 desa, kami terhambat jalan rusak dan berlumpur. Hampir menyerah, namun berkat bantuan warga yang mendorong motor, kami akhirnya bisa melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Tidak hanya jalur darat, perjalanan melalui laut juga menjadi bagian dari rutinitasnya. Beberapa wilayah hanya bisa dijangkau menggunakan speedboat kecil.