Lebih lanjut, Akhmad menambahkan bahwa keberadaan BRILink Agen memiliki peran strategis dalam memperluas inklusi keuangan, terutama di wilayah yang belum terjangkau layanan perbankan secara optimal. Oleh karena itu, BRI terus memberikan dukungan melalui program-program yang tidak hanya memberikan insentif, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas bisnis agen.
Dari sisi aktivitas bisnis, peran 1,18 juta BRILink Agen yang tersebar di seluruh Indonesia semakin signifikan dengan volume transaksi yang tercatat mencapai Rp420 triliun, mencerminkan tingginya kepercayaan dan ketergantungan masyarakat terhadap layanan ini. Selain itu, kontribusi terhadap penghimpunan dana murah (CASA) juga terus menguat, dengan rata-rata dana harian yang dihimpun mencapai Rp30 triliun atau tumbuh 18,37 persen secara tahunan (year-on-year).
Tidak hanya itu, dari sisi fee based income, bisnis BRILink Agen turut memberikan kontribusi sebesar Rp458,59 miliar bagi Perseroan. Sementara itu, penyaluran dana talangan melalui BRILink Agen juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 33,29 persen yoy, dari sebelumnya Rp5,4 triliun menjadi Rp7,2 triliun.
“Program ini diharapkan dapat semakin memotivasi agen untuk meningkatkan volume transaksi serta memperluas layanan yang diberikan kepada nasabah. Dengan performa yang konsisten, agen tidak hanya berpeluang memperoleh reward, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan serta memperkuat keberlanjutan usahanya,” tutur Akhmad.
(Agustina Wulandari )
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.