Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BRI Antar UMKM Papua Japamo Tarik Minat Pembeli Mancanegara di FHA 2026

Anindita Trinoviana , Jurnalis-Sabtu, 09 Mei 2026 |14:38 WIB
BRI Antar UMKM Papua Japamo Tarik Minat Pembeli Mancanegara di FHA 2026
BRI bantu UMKM asal Papua Japamo tarik minat pembeli internasional. (Foto: dok BRI)
A
A
A

JAYAPURA – Upaya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam mendorong UMKM naik kelas dengan mengangkat potensi lokal ke pasar global terus menunjukkan hasil. Salah satunya tercermin dari Japamo, UMKM asal Jayapura yang berhasil mengolah sagu Papua menjadi produk pangan modern yang menarik dan berdaya saing internasional.

Didirikan oleh Rini Eko Setiani pada 2016, Japamo lahir dari keresahan sederhana akan terbatasnya pilihan oleh-oleh khas Papua yang praktis dan berkualitas. Keresahan itu kemudian mengarahkan Rini pada satu potensi besar yang selama ini belum tergarap optimal, yakni ketersediaan sagu Papua yang melimpah, namun belum banyak diolah menjadi produk bernilai tambah. 

“Dari sana, kami melihat bahwa sagu punya potensi besar untuk diolah lebih modern. Supaya tidak hanya dipandang sebagai makanan tradisional, kami mencoba menghadirkannya dalam bentuk yang lebih cocok dengan selera pasar saat ini, seperti cookies dan aneka camilan kekinian,” ujar Rini.

Lebih lanjut, Rini menjelaskan, bahwa inovasi yang dilakukannya ini tidak hanya pada cara mengolah sagu, tetapi juga pada bagaimana produk tersebut bisa diterima pasar. Ia pun mulai membuat produk Japamo dikemas secara menarik, memiliki daya simpan yang cukup panjang, hingga dapat dikembangkan sebagai camilan sehat, sehingga bisa diminati pasar. 

Ragam upaya yang dilakukan Rini tersebut pun mulai menunjukkan hasil. Dari produksi awal dalam skala kecil, kini Japamo mampu mengolah ratusan kilogram tepung sagu per bulan.

Bahkan, dengan terus meningkatnya permintaan, jangkauan pemasaran Japamo pun terus berkembang, tidak hanya di berbagai kota di Papua seperti Jayapura, Keerom, Sentani, Wamena, Merauke, Timika, hingga Sorong, tetapi juga kian meluas melalui beragam kanal distribusi, mulai dari ritel modern, marketplace, hingga jaringan distributor dan reseller di kota-kota besar.

Seiring dengan perkembangan usaha Japamo, Rini menyebut hal ini tidak terlepas dari berbagai program pembinaan yang diikuti sejak 2019, salah satunya melalui Rumah BUMN BRI Jayapura dan event BRI UMKM EXPO(RT) yang turut memberikan manfaat nyata dalam pengembangan bisnis. 

“Melalui program tersebut, Japamo memperoleh pembekalan dalam menghadapi berbagai tantangan usaha, mulai dari pengelolaan SDM, operasional, hingga strategi pemasaran. Kami menyadari bahwa untuk terus bertumbuh, kami harus belajar. Program pelatihan dari Rumah BUMN dan BRI UMKM EXPO(RT) dari BRI membantu kami memahami bagaimana meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, hingga memanfaatkan digital marketing,” kata Rini.

Berkat pendampingan tersebut, Japamo kini telah memiliki legalitas lengkap seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, sertifikasi halal, serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Kelengkapan ini tidak hanya memperkuat kredibilitas usaha di mata konsumen dan mitra bisnis, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk memperluas akses pasar, termasuk masuk ke ritel modern dan membuka peluang ke pasar ekspor. 

Upaya memperluas jangkauan ke pasar internasional semakin diperkuat melalui partisipasi Japamo dalam ajang Food and Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura pada 21-24 April 2026. Partisipasi ini merupakan bagian dari inisiatif BRI dalam memperluas akses UMKM binaan ke dalam ekosistem perdagangan internasional yang lebih luas.

“FHA 2026 membuka wawasan kami tentang pasar global sekaligus meningkatkan kepercayaan diri bahwa produk lokal seperti sagu Papua memiliki peluang untuk bersaing di tingkat internasional. Respons pasar pun cukup positif. Sejumlah pengunjung dari Jepang dan Korea menunjukkan ketertarikan terhadap produk berbasis sagu sebagai alternatif gluten free, dan telah meminta katalog serta sampel untuk penjajakan kerja sama lebih lanjut,” tutur Rini.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y S menegaskan bahwa keberhasilan UMKM binaan BRI menembus pasar internasional menjadi indikator kuat atas daya saing produk lokal Indonesia.

“Pencapaian UMKM binaan BRI di pasar global merupakan validasi bahwa produk Indonesia mampu memenuhi standar kualitas internasional. Fokus kami adalah membangun kepercayaan pasar global sekaligus memastikan UMKM Tanah Air dapat terintegrasi dalam rantai pasok dunia secara berkelanjutan,” ujar Dippo.

Ke depan, BRI akan terus memperkuat perannya sebagai enabler pertumbuhan UMKM, tidak hanya untuk berkembang di pasar domestik, tetapi juga agar mampu menangkap peluang di pasar global dan membawa komoditas pangan lokal Indonesia ke mancanegara. 

(Agustina Wulandari )

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement