JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melakukan perombakan pada jajaran direksi dan komisaris yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Wika Tower, Jakarta.
“Dewan Komisaris: Komisaris Utama Apri Artoto, Komisaris Independen Suryo Hasporo Tri Utomo, Komisaris Independen Adityawarman, Komisaris Independen Harris Arthur Hedar, dan Komisaris Suwarta,” demikian pembacaan Surat Pemegang Saham Seri A Dwiwarna dalam RUPST tersebut, Selasa (12/5/2026).
Dari nama-nama tersebut, Harris Arthur Hedar yang juga Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali dipercaya untuk menjabat sebagai Komisaris Independen WIKA.
Pembacaan Surat Pemegang Saham Seri A Dwiwarna dalam RUPST juga mengumumkan jajaran direksi baru PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Mereka ialah Direktur Utama Ketut Pasek Senjaya Putra, Direktur Manajemen SDM dan Transformasi Hadjar Seti Adji, serta Direktur Operasi I Hananto Aji.
Selain itu, RUPST juga menetapkan Direktur Operasi II Sonny Setyadhy, Direktur Manajemen Risiko dan Legal Vera Kirana, serta Direktur Keuangan Mulyadi.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membahas sejumlah agenda. Pertama, rapat membahas persetujuan laporan tahunan/keuangan 2025 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).
Selanjutnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membahas laporan mengenai penggunaan dana PMN, perubahan anggaran dasar, dan rencana perombakan susunan direksi-komisaris.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.