Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya soal Rupiah Melemah: Itu Urusan BI, Bukan Kemenkeu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 12 Mei 2026 |16:42 WIB
Purbaya soal Rupiah Melemah: Itu Urusan BI, Bukan Kemenkeu
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan otoritas penuh atas pengendalian nilai tukar Rupiah berada di tangan Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral. 

Hal ini muncul merespons pelemahan nilai tukar Rupiah yang kian tajam serta adanya wacana pemanggilan dirinya oleh DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. 

Purbaya menyatakan bahwa secara konstitusional, mandat untuk menjaga stabilitas mata uang tidak berada di bawah kementerian yang ia pimpin.

"Belum (bertemu DPR), tapi kalau rupiah itu urusan bank sentral, bukan urusan kementerian keuangan," ujar Purbaya saat ditemui di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Selasa (12/5/2026).

Terkait rencana Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang berniat memanggil otoritas keuangan dan moneter guna meminta penjelasan atas kondisi makro terkini, Purbaya menyatakan kesiapannya untuk hadir.

Namun, ia menekankan bahwa kapasitasnya dalam urusan nilai tukar cenderung pasif dibandingkan Bank Indonesia.

"Iya kita siap. Kalau saya kan pasif di situ. Harusnya bank sentral saja yang menjelaskan kenapa. Karena tugas bank sentral hanya satu, menentukan undang-undang kan. Menjaga stabilitas, nilai tukar, dan yang lain," tegasnya.

 

Meski tekanan terhadap Rupiah terus meningkat, Purbaya memastikan bahwa Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tidak memiliki agenda untuk berkumpul dalam waktu dekat guna merumuskan kebijakan baru secara spesifik terkait nilai tukar. 

Pemerintah memilih untuk memberikan ruang bagi Bank Indonesia menjalankan instrumen moneternya secara independen.

Saat ditanya mengenai langkah apa yang akan diambil pemerintah untuk merespons kondisi ini, Purbaya menegaskan kembali kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan Bank Indonesia.

"Kita lihat, kita serahkan ke bank sentral. Karena mereka yang perwenang untuk melakukan kebijakan nilai tukar. Dan kita percaya mereka bisa mengendalikan nilai tukar," pungkasnya.

Adapun rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (12/5/2026), turun 115 poin atau sekitar 0,66 persen ke level Rp17.529 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement