Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengintip Kisaran Gaji Grace Natalie Sebagai Komisaris MIND ID 

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 12 Mei 2026 |22:04 WIB
Mengintip Kisaran Gaji Grace Natalie Sebagai Komisaris MIND ID 
Gaji Grace Natalia Jadi Komisaris (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Mengintip kisaran gaji Grace Natalie sebagai Komisaris MIND ID. Aliansi Ormas Islam melaporkan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Aliansi tersebut mengklaim terdiri dari 40 organisasi.

Direktur LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid, mengungkapkan laporan ini terkait dengan pernyataan dalam podcast yang diduga telah mem-framing mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK.

Menurutnya, podcast Ade Armando dan pihak lainnya telah mengancam kerukunan umat beragama di Indonesia, dan dampaknya sudah terlihat hingga saat ini.

“Podcast mereka itu telah memantik kemarahan ataupun memberikan reaksi negatif dari kalangan saudara-saudara kita umat Kristiani yang seolah-olah menganggap Pak JK telah menistakan agama Kristen, padahal itu sama sekali tidak dilakukan oleh Pak JK,” kata dia. 

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengaku tidak melakukan pemotongan, pengeditan, pengunggahan, maupun repost terhadap video ceramah mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) di masjid Universitas Gadjah Mada (UGM). Ceramah JK menuai polemik lantaran dianggap menistakan agama.

“Nah, di dalam video saya tersebut, saya itu tidak meng-upload atau me-repost videonya Pak JK, saya juga tidak memotong, saya juga tidak mengedit,” ujarnya.

Menurut Komisaris MIND ID itu, ia mengetahui video ceramah JK yang viral tersebut pertama kali dari media sosial. Ia juga menyinggung adanya pemberitaan yang menyebut sejumlah pihak melaporkan JK ke polisi.

“Video Pak JK itu saya tahu dari media sosial dan juga media sebenarnya pertama kali. Ada apa nih, kok ramai-ramai ada berita Pak JK dilaporkan oleh berbagai elemen masyarakat, kemudian videonya ada banyak sih berseliweran di media sosial, di YouTube juga ada gitu ya,” tuturnya. 

Seperti diketahui Grace Natalie menjadi komisaris BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID). Keputusan tersebut disetujui dalam RUPST Tahun Buku 2023. 

Lantas berapa gaji sebagai Komisaris MIND ID, berikut rangkuman dari Okezone, Selasa (12/5/2026). 

 

Sebagai seorang komisaris MIND ID, gaji Grace Natalie diatur dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-13/MBU/09/2021 tentang Perubahan Keenam Atas Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-04/MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara.

Merujuk pada peraturan itu, pendapatan yang diterima seorang komisaris BUMN mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk skala usaha, kompleksitas usaha, tingkat inflasi, kondisi dan kemampuan keuangan perseroan, serta faktor-faktor lain yang relevan. 

Selanjutnya, penetapan remunerasi bagi anggota dewan komisaris dan direksi juga merupakan kewenangan pemegang saham melalui mekanisme RUPS.

Berikut rincian gaji atau honorarium untuk komisaris perusahaan pelat merah:

- Komisaris Utama/Ketua Dewan Pengawas mendapatkan honorarium sebesar 45 persen dari Direktur Utama

- Wakil Komisaris Utama/Wakil Ketua Dewan Pengawas mendapatkan honorarium sebesar 42,5 persen dari Direktur Utama

- Anggota Dewan Komisaris/Anggota Dewan Pengawas mendapatkan honorarium sebesar 90 persen dari Komisaris Utama/Ketua Dewan Pengawas

Berdasarkan Laporan Tahunan Inalum 2019 yang sebelum berganti nama ke MIND ID, gaji direktur utama mencapai Inalum sebesar Rp325 juta per bulan. Artinya, gaji anggota komisaris utama setidaknya Rp146,25 juta dan anggota dewan komisaris Rp131,65 juta.

Perlu dicatat, selain gaji, jajaran direksi dan komisaris juga bisa mendapatkan tantiem/ insentif kerja sesuai kinerja perusahaan.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement