Meski saat ini Rupiah berfluktuasi di kisaran Rp17.600-an per Dolar AS, Gubernur BI tetap percaya diri bahwa rata-rata nilai tukar Rupiah sepanjang tahun berjalan akan mampu mencapai level Rp16.800 per Dolar AS.
Angka tersebut merupakan batas atas dari kalkulasi nilai fundamental kurs yang telah dirumuskan BI dalam penyusunan APBN 2026 pada tahun lalu.
Perry menjabarkan bahwa secara fundamental, rata-rata target nilai tukar yang ditetapkan BI adalah sebesar Rp16.500 per Dolar AS, dengan rentang batas bawah pada level Rp16.200 dan batas atas di level Rp16.800.
"Nilai fundamentalnya berapa? average of the year Rp 16.500, kisaran bawahnya Rp 16.200 kisaran atasnya Rp 16.800," kata Perry.
Keyakinan ini dinilai realistis mengingat realisasi rata-rata nilai tukar Rupiah sejak awal tahun hingga pertengahan Mei ini masih terjaga di level Rp16.900 per Dolar AS secara tahun berjalan (year-to-date).
Bos BI ini menegaskan bahwa posisi rata-rata Rp16.900 per Dolar AS tersebut tercapai justru di saat seluruh faktor penekan, baik dari sentimen geopolitik luar negeri maupun lonjakan musiman permintaan dolar periode Mei-Juni, sedang berada di titik puncaknya.
Oleh karena itu, begitu fase musiman ini terlewati, nilai tukar diyakini akan bergerak melandai.
Untuk mengawal proses pemulihan tersebut, BI memastikan akan terus mengucurkan pasokan valas dan melakukan intervensi aktif guna menstabilkan pasar uang.
"Apakah BI akan masuk? masuk. Karena sekarang year to date Rp 16.900 dan pengalaman kami kalau April, Mei, dan Juni memang tinggi, kalau Juli-Agustus akan menguat," tutur Perry.
Dengan seluruh bauran kebijakan moneter yang disiapkan oleh bank sentral, Perry menegaskan target tahunan diproyeksikan tidak akan meleset dari sasaran makro yang telah disepakati bersama pemerintah.
"Sehingga the whole year kami masih meyakini nilai tukar akan di dalam kisaran Rp 16.200-Rp 16.800," tegasnya secara berulang.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.