Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyak Perusahaan Tekan Harga Komoditas di Pasar Global, Indonesia Rugi Rp15.400 Triliun

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Rabu, 20 Mei 2026 |20:02 WIB
Banyak Perusahaan Tekan Harga Komoditas di Pasar Global, Indonesia Rugi Rp15.400 Triliun
Praktik under-invoicing yang dilakukan eksportir membuat negara rugi Rp15.400 triliun. (foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

Rohan menjelaskan, untuk sementara ada tiga komoditas yang akan dikelola PT DSI, yakni batu bara, CPO, dan ferro alloy. Perusahaan ini akan mulai melakukan pembelian komoditas tersebut dan menjualnya sesuai standar harga global mulai 1 Januari 2027.

Ia menambahkan, selama ini sudah ada harga acuan untuk ketiga komoditas tersebut. Namun, sebagian perusahaan masih menjual di bawah harga pasar. Kondisi ini dinilai merugikan negara dari sisi pelaporan pajak, serta berpotensi menyebabkan penempatan devisa hasil ekspor di luar negeri.

“Harga komoditas saat ini, apalagi batu bara dan CPO, sudah memiliki bursa internasional. Jadi transaksi DSI juga akan mengacu ke sana. Selama ini ada under-invoicing, yang tadi dikatakan oleh Bapak Presiden, selama 34 tahun nilainya Rp15.400 triliun,” pungkasnya.


 

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement