JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pasokan bahan baku produksi pupuk asal impor tetap terpenuhi hingga akhir 2026.
Impor itu tidak terpengaruh oleh pelemahan rupiah, lantaran sudah dijamin melalui kontrak jangka panjang.
Menurut Corporate Secretary PT Pupuk Indonesia (Persero) Yehezkiel Adiperwira pelemahan nilai tukar rupiah di level Rp17.659 per dolar AS telah menjadi salah satu fokus perusahaan saat ini.
Maka itu, perseroan telah melakukan serangkaian efisiensi pada sisi internal, agar petani dalam negeri tak terlalu terdampak kenaikan harga pupuk akibat pelemahan rupiah.
"Jadi pelemahan nilai tukar memang menjadi salah satu concern manajemen. Namun memang fokus kami memastikan bahwa petani di Indonesia, terutama petani subsidi, tidak terdampak atas pelemahan nilai tukar ini," ujarnya dalam Pupuk Indonesia Insight di Command Center, Jakarta Pusat dikutip, Kamis (21/5/2026).
Upaya ini pun diperkuat dengan keputusan kontrak impor jangka panjang (long term contract), sehingga harga bahan baku telah disepakati stabil sampai akhir tahun.
"Kami sudah melakukan long term contract, jadi secara tidak langsung harga sudah kami bisa maintain dan kami sudah memiliki stok yang memenuhi untuk produksi pupuk hingga akhir tahun," jelasnya.
Yehezkiel menuturkan, biaya gas masih menjadi komponen terbesar mencapai 70-71% pada struktur total biaya produksi pupuk. Sementara ini, Pupuk Indonesia telah mengamankan kebutuhan alokasi gas sebesar 830 BBTUD sepanjang tahun ini.
Akan tetapi, tantangan muncul dari porsi pasokan gas yang memperoleh skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) baru 16%, sementara sisanya masih menggunakan harga formula.
Dia menjelaskan, kondisi ini membuat efisiensi biaya produksi pupuk belum optimal.
Padahal lanjut dia, perluasan penerapan HGBT diharapkan mampu menekan harga produksi pupuk, terutama pupuk nonsubsidi, sehingga bisa lebih terjangkau bagi petani yang tidak memperoleh alokasi pupuk subsidi.
"Padahal diharapkan dengan penerapan HGBT di alokasi gas, kami itu bisa membantu harga produksi untuk pupuk terutama untuk yang nonsubsidi, bisa lebih terjangkau untuk petani yang tadi tidak mendapat alokasi subsidi," pungkasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.