Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Plastik Masih Mahal, UMKM Menjerit

Tangguh Yudha , Jurnalis-Sabtu, 23 Mei 2026 |12:02 WIB
Harga Plastik Masih Mahal, UMKM Menjerit
Harga Plastik Masih Mahal, UMKM Menjerit (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Harga plastik di pasaran masih mahal meski sempat mengalami sedikit penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini pun turut dikeluhkan para pelaku UMKM.

Berdasarkan pantauan di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026), salah satu penjual plastik, Dahri mengatakan, kenaikan harga plastik mulai terjadi sejak pertengahan Ramadan lalu. Menurutnya, kenaikan harga bervariasi tergantung jenis bahan plastik yang dijual.

“Naik dari pertengahan puasa. Sekarang mulai turun dikit-dikit. Kenaikan 50-100 persen tergantung bahannya juga,” ujar Dahri.

Dia mencontohkan harga plastik kiloan yang paling banyak dicari pelanggan mengalami kenaikan cukup tajam. Sebelumnya, harga plastik tersebut berada di kisaran Rp32.000 hingga Rp37.000 per kilogram, namun kini mencapai Rp50.000.

“Plastik kiloan yang paling laris awalnya Rp32.000, Rp35.000, Rp37.000, sekarang jadi Rp50.000,” katanya.

Kenaikan harga plastik turut dirasakan pelaku UMKM yang menggunakan plastik sebagai kebutuhan utama usaha, salah satunya Bu As, penjual susu jahe. Dia mengaku harus mengurangi jumlah pembelian plastik karena harga yang semakin mahal.

“Kalau saya kan memang belanja plastik, itu plastik naik. Untuk jualan susu jahe. Dengan adanya kenaikan harga plastik berat juga ya, seharusnya biasa beli 1 pack, saya harus kurangi dari kenaikan itu,” ujarnya.

 

Menurutnya, plastik anti panas yang biasa dibeli seharga Rp30.000 per ikat kini melonjak hampir Rp50.000 per ikat.

“Biasanya saya beli satu ikat itu Rp30.000 yang anti panas, itu naik jadi hampir Rp50.000 satu ikat,” lanjutnya.

Dia berharap harga plastik dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani pelaku usaha kecil yang saat ini juga menghadapi berbagai kebutuhan lainnya.

“Pendapatan di dagangan begitulah, agak kurang. Ya kalau bisa jangan terlalu tinggi, naik juga sewajarnya, karena kita juga banyak kebutuhan lain ya, buat dagang, buat makan,” tutupnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement