Meskipun belanja negara digelontorkan dalam jumlah besar, Kemenkeu membuktikan komitmen disiplin anggarannya dengan menekan angka defisit fiskal ke level 0,64 persen terhadap PDB, menyusut tajam dari rapor bulan Maret yang sempat menyentuh angka 0,92 persen.
Juda menambahkan, bauran pengelolaan keuangan negara saat ini memang dirancang untuk menghadapi tantangan geopolitik eksternal yang serbakompleks.
"Ini semua menunjukkan bahwa APBN kita ekspansif tetapi masih terukur. Jadi memang ini di dalam situasi global yang tidak mudah, memang kita harus menjaga dua-duanya," kata Juda.
Namun, performa APBN yang tangguh menjadi bukti bahwa instrumen fiskal dapat bekerja optimal sebagai motor penggerak sekaligus benteng pelindung ekonomi nasional.
"Bagaimana APBN ini bisa menjadi pendorong perekonomian, pada saat yang sama, dia juga harus menjaga disiplin fiskal di tengah kenaikan harga minyak. Dan ini dua-duanya berhasil tampak dari growth yang tinggi, inflasi yang terjaga, defisit juga yang terjaga,” katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.