Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PLN Pasok Listrik ke Proyek Data Center AI Rp88 Triliun di Batam

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 26 Mei 2026 |12:53 WIB
PLN Pasok Listrik ke Proyek Data Center AI Rp88 Triliun di Batam
PT PLN (Persero) memastikan kebutuhan listrik untuk operasional pusat data berbasis kecerdasan buatan di kawasan Nongsa, Kota Batam. (foto ;Okezone.com/PLN)
A
A
A

JAKARTA - PT PLN (Persero) memastikan kebutuhan listrik untuk operasional pusat data berbasis kecerdasan buatan di kawasan Nongsa, Kota Batam, dapat terpenuhi. Hal ini untuk menunjang proyek bernilai investasi sekitar USD 5 miliar atau setara Rp88 triliun yang akan dikembangkan di atas lahan seluas 30 hektare.

PT PLN Batam bersama PT Equator Gate System Batam melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) di Batam. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung kebutuhan listrik untuk pengembangan pusat data PT Equator Gate System Batam yang berlokasi di Nongsa, Kota Batam.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, BP Batam Li Claudia Chandra, menyampaikan bahwa penandatanganan PJBTL antara PT PLN Batam dan PT Equator Gate System Batam menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital dan koridor infrastruktur digital global bersama Singapura dan Johor.

“BP Batam menyambut baik komitmen investasi mega proyek EGS AI Data Center di Nongsa. Ini bukan hanya tentang pembangunan pusat data, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun ekosistem digital yang kuat dan berdaya saing,” ujar Li Claudia Chandra, Selasa (26/5/2026).

Ia menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur energi menjadi faktor penting dalam menarik investasi industri digital dan teknologi informasi ke Batam. Oleh karena itu, BP Batam berharap PT PLN Batam dapat terus memastikan pasokan listrik yang stabil, andal, dan berkelanjutan guna mendukung operasional industri strategis tersebut.

“Kesiapan energi merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya tarik investasi di Batam, khususnya untuk sektor berbasis teknologi dan digital. Kami ingin menunjukkan bahwa Batam siap menjadi pusat pengembangan pusat data dan ekonomi digital di kawasan,” katanya.

Li Claudia juga berharap proyek strategis ini dapat memberikan multiplier effect yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam membuka peluang kerja baru, meningkatkan kualitas talenta lokal di bidang teknologi tinggi, serta memperkuat daya saing Batam di tingkat nasional maupun regional.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan bahwa kerja sama tersebut memiliki arti strategis bagi PLN Batam maupun Kota Batam dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital dan industri berbasis teknologi tinggi.

“Kerja sama ini bukan sekadar penyediaan tenaga listrik, tetapi merupakan bentuk kepercayaan sekaligus komitmen bersama dalam membangun ekosistem digital yang kuat di Batam. PLN Batam hadir untuk memastikan kebutuhan energi bagi pengembangan pusat data dapat dipenuhi secara andal, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Kwin Fo.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan pusat data di Batam menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital dan kawasan investasi strategis di Indonesia.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa Batam sangat siap menjadi pusat pengembangan pusat data dan ekonomi digital yang didukung infrastruktur energi yang andal dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan investasi digital di Batam tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, khususnya dukungan BP Batam dalam menciptakan kemudahan investasi bagi industri berbasis teknologi dan ekonomi digital.

“Atas nama PT PLN Batam, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Equator Gate System Batam atas kepercayaan yang diberikan. Kami juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada BP Batam atas dukungan dan sinergi yang selama ini terus terjalin dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PT Equator Gate System Batam, Efendi, mengatakan bahwa pihaknya akan membangun EGS AI Data Center di Nongsa, Batam dengan nilai investasi mencapai USD 5 miliar atau setara Rp88 triliun.

Pusat data berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare dan dirancang sebagai pusat pemrosesan AI, machine learning, dan cloud computing modern di kawasan Asia Tenggara. Efendi menegaskan kolaborasi energi bersama PT PLN Batam menjadi faktor penting dalam menjamin keandalan operasional pusat data tersebut.

“Penandatanganan PJBTL ini merupakan komitmen bersama untuk menghadirkan infrastruktur pusat data yang andal, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, investasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Batam sebagai pusat infrastruktur digital regional sekaligus mendorong pertumbuhan investasi, pengembangan talenta digital, dan ekonomi berbasis teknologi tinggi.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement