JAKARTA - Dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi di Kalimantan Barat memicu sorotan setelah video pemindahan BBM dari mobil tangki viral di media sosial. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menggandeng aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan investigasi masih berjalan bersama pihak terkait. Pertamina juga melaporkan kasus itu kepada aparat penegak hukum guna mendukung proses hukum.
“Kami memastikan setiap dugaan penyimpangan akan diproses secara serius. Distribusi BBM merupakan layanan publik yang harus dijalankan sesuai prosedur, tepat sasaran, dan sesuai peruntukannya,” ujar Edi.
Pengamat energi Sofyano Zakaria mendukung langkah Pertamina Patra Niaga yang melaporkan kasus tersebut ke Polda.
“Pelaporan kasus ini ke Polda oleh Pertamina Patra Niaga adalah sikap dan keputusan yang luar biasa yang menunjukkan bahwa Pertamina Patra Niaga sangat tidak mentoleransi penyelewengan BBM bersubsidi,” kata Sofyano, Selasa (26/5/2026).
Ia juga meminta Pertamina memberikan sanksi tegas kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk perusahaan pengangkut BBM.
“Saya sangat mendorong pemberian sanksi keras tanpa kecuali terhadap oknum atau pejabat yang berwenang pada perusahaan yang ditunjuk mengangkut BBM tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, video dugaan pemindahan BBM subsidi dari mobil tangki Elnusa Petrofin ke mobil tangki industri milik Putera Petro Borneo di Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, viral di media sosial. BBM itu diduga hendak dikirim ke salah satu SPBU di Kabupaten Ketapang.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.