Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Buka Suara soal Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 03 Juni 2026 |21:24 WIB
Purbaya Buka Suara soal Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

"Kalau kita lihat kan tiba-tiba aja penguatannya, pelemahannya 1-2 hari ini kan. Karena ada isu macem-macem, ada rumor macem-macem di pasar. Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress terst kalau rupiahnya Rp18.000 lebih. Padahal saya nggak pernah isu seperti itu. Jadi banyak isu-isu di pasar yang membuat sentimen ke rupiah negatif," tegasnya.

Menghadapi situasi tersebut, Purbaya menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memperkuat fondasi riil perekonomian domestik demi menyokong stabilitas mata uang dalam jangka panjang.

"Tapi kalau kita lihat.... kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi aja. Supaya ekonominya berjalan terus semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat. Karena pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya. Jadi untuk saya fokusnya di situ," jelasnya.

Purbaya juga menepis tudingan dari sejumlah pihak yang mengaitkan kejatuhan rupiah dengan kebijakan fiskal pemerintah yang dianggap bermasalah atau tidak kredibel. Ia memastikan bahwa data APBN Kita untuk bulan Mei justru menunjukkan performa yang jauh lebih sehat dibanding bulan sebelumnya.

Menkeu bahkan memberikan bocoran indikator keuangan negara, di mana angka defisit anggaran berhasil ditekan hingga ke level 0,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam kurun waktu lima bulan pertama tahun ini.

"Ga ada. Anda pasti menuduh kebijakan fiskal, kan? Banyak yang bilang gara-gara fiskalnya berantakan. Nanti kita ketemu kapan? Minggu depannya? Ada update fiskal bulanan itu, fiskal APBN kita. Itu bulan Mei membaik kan dibanding bulan April," ungkap dia.

Ia memproyeksikan, jika dihitung secara tahunan menggunakan metode linier para ekonom, total defisit anggaran hingga akhir tahun diprediksi hanya akan berada di kisaran 1,7 persen hingga 1,8 persen dari PDB.

"Kalau saya kasih bocoran, itu defisitnya tinggal 0,7 dalam 5 bulan. Kalau kita hitung cara para ekonomi yang di luar itu ngitung, sekian bulan kali sekian bulan saya hitung, ikutin aja. 12 per 5 kali 0,7 kira-kira, kalau saya nggak salah hitung ya, 1,7-1,8 persen dari PDB. Jadi kalau di situ anggaran kita aman sekali. Cuma orang nggak akan pakai itu kan sekarang. Pasti mereka akan lihat yang paling jelek," kata Purbaya.

Selain defisit yang terjaga, Purbaya mengonfirmasi bahwa keseimbangan primer (primary surplus) pada bulan Mei kembali mencatatkan nilai positif yang lebih tinggi dari April. Dari sisi penerimaan negara, reformasi perpajakan yang digulirkan pemerintah diklaim sukses memacu pertumbuhan setoran pajak hingga di atas 22 persen dibandingkan tahun lalu.

"Tapi nggak apa-apa. Kita akan hitung Kita selalu hitung berdasarkan prediksi ekonomi dan prediksi yang benar, Bukan hanya sekian persikian kali sekian. di bulan Mei juga surplusnya, primary surplusnya positif lagi. Lebih tinggi dibanding bulan April Dan pendapatan pajak kita lebih bagus dibanding tahun lalu. Tumbuhnya 22 persen lebih. Jadi reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan pendapatan perpajakan yang amat signifikan. Sehingga anggaran kita amat aman," urainya.

Purbaya memastikan seluruh visualisasi dan data detail mengenai kesehatan APBN ini akan dipaparkan secara transparan kepada publik dalam waktu dekat.

"Jadi kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngaur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kita makin bagus. Nanti saya kasih tahu di APBN Kita. Saya kasih lihat gambar satu persatu seperti apa. Kalau perlu..." tutup Purbaya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement