Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pegadaian dan KSEI Teken Kerja Sama untuk Perkuat Ekosistem Emas

Anindita Trinoviana , Jurnalis-Jum'at, 12 Juni 2026 |15:45 WIB
Pegadaian dan KSEI Teken Kerja Sama untuk Perkuat Ekosistem Emas
Pegadaian dan KSEI teken kerja sama untuk perkuat ekosistem emas. (Foto: dok Pegadaian)
A
A
A

Sebagai Pemegang Rekening KSEI dan Bullion Bank, PT Pegadaian juga memiliki peluang untuk mengoptimalkan perannya di pasar modal Indonesia melalui aktivitas pinjam meminjam efek, sehingga tidak hanya mendukung pengembangan ETF Emas, tetapi juga meningkatkan likuiditas, efisiensi transaksi, dan pendalaman pasar modal Indonesia.

Secara teknis operasional, kemitraan strategis ini mencakup bergabungnya Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI yang berlandaskan pada Surat Keputusan Direksi KSEI Nomor KEP-0014/DIR/KSEI/0224.

Melalui skema ini, Pegadaian memiliki otoritas untuk langsung mencatat EGR ke dalam sistem KSEI, sehingga mempercepat proses pemindahbukuan dan rekonsiliasi antara catatan elektronik dengan keberadaan emas fisik secara berkala. Mekanisme ini sekaligus menjadi mitigasi risiko guna memastikan bahwa setiap penciptaan EGR memiliki landasan aset fisik yang presisi dan menghindari adanya potensi ketidaksesuaian atau mismatch pencatatan. 

Dengan menjadi Pemegang Rekening KSEI, Pegadaian juga menjadi enabler fitur produk ETF Emas yang dapat dijadikan sebagai agunan melalui produk Pegadaian Gadai Efek yang telah melayani segmen investor retail dan institusi sejak tahun 2019.

Produk Pegadaian Gadai Efek adalah produk pembiayaan atas dasar hukum Gadai dengan agunan saham dan obligasi yang diperdagangkan di BEI, sehingga masyarakat dapat tetap dapat mengoptimalkan momentum melalui pemenuhan kebutuhan jangka pendeknya dengan ETF Emas maupun saham dan obligasi yang dimiliki sebagai agunan produk Pegadaian Gadai Efek.  

Penerapan EGR dan rencana implementasi ETF Emas di pasar modal Indonesia diperkuat oleh performa gemilang investasi emas yang dikenal sebagai aset dengan kinerja terbaik sepanjang tahun 2025, yang mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 56,7 persen dalam denominasi Rupiah. Di tengah tingginya ketidakpastian global, emas terus mengukuhkan perannya sebagai aset lindung nilai (safe haven) pilihan utama bagi para pemodal.

Terlebih, Indonesia memiliki peluang luar biasa untuk menyalurkan potensi emas domestik langsung kepada investor ritel maupun institusi melalui ekosistem pasar modal. Hal ini dikarenakan, Indonesia menjadi salah satu negara produsen utama dengan cadangan emas terbesar di dunia yang menempati peringkat kedelapan produsen global dengan volume 132,5 ton serta peringkat keenam dunia untuk sumber daya emas mencapai 2.600 ton berdasarkan data OJK.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement