JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM subsidi Pertalite tidak naik. Tidak hanya Pertalite, pemerintah juga menjamin harga LPG subsidi 3 kilogram (kg) tidak naik.
Pertalite dan LPG 3 kg tidak naik karena pemerintah akan tetap memberikan subsidi. Bahlil memastikan, subsidi dari kas negara itu akan tetap menjaga harga jual di pasar tidak mengalami kenaikan.
Harga Pertalite akan tetap Rp10.000 per liter, dan harga LPG 3 kg berasa di kisaran Rp18.000 - Rp24.000 (tergantung wilayah penjualan).
"Kami laporkan, di balik dinamika harga global, kita bersepakat untuk tidak menaikkan BBM bersubsidi, termasuk LPG," ujarnya dalam Rapat Bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Bahlil mengakui, di tengah konflik yang belakangan berkembang di Timur Tengah membuat harga minyak dunia mengalami lonjakan. Bahkan menurutnya, harga minyak dunia sangat dinamis, alias bisa cepat naik maupun turun.
"Dalam kondisi geopolitik yang belum menentu, harga minyak dunia selalu dinamis sekali, dan kita berdoa agar ketegangan politik bisa selesai sehingga kita bisa menganalisa. Karena sekarang bisa cepat naik dan cepat turun," tambahnya.
Sementara untuk harga BBM nonsubsidi, Bahli menegaskan harga jual bakal menyesuaikan dinamika harga minyak mentah dunia. Hal ini membuat harga Pertamax naik sejak 10 Juni 2026.
Dikarenakan harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak dunia, Bahlil mengatakan kondisi harganya pun bisa mengalami penurunan apabila harga minyak dunia tengah melemah.
"Yang khusus minyak BBM untuk masyarakat mampu, sesuai dengan Permen, itu diserahkan harga pasar, jadi kadang naik kadang turun," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.