Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

645 SPPG di Wilayah 3T Tunggu Kepastian Operasional

Feby Novalius , Jurnalis-Minggu, 21 Juni 2026 |16:30 WIB
645 SPPG di Wilayah 3T Tunggu Kepastian Operasional
645 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih menunggu kepastian operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN). (Foto: Okezone.com/BGN)
A
A
A

JAKARTA - Asosiasi Pangan dan Gizi Indonesia Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (APGI 3T) mengungkapkan sebanyak 645 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih menunggu kepastian operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Pasalnya, ratusan SPPG tersebut telah memenuhi tahapan persyaratan perjanjian kerja sama (PKS) di wilayah 3T dan seharusnya sudah dapat beroperasi.

Ketua Umum APGI 3T, Herwil Junaidi Harefa, mengatakan seluruh proses pembangunan dan persiapan telah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Sejak awal, para investor menerima penugasan untuk membangun SPPG berdasarkan pedoman dan petunjuk teknis yang diterbitkan BGN.

“Pembangunan ini dilakukan karena melihat masih banyak anak-anak di daerah terpencil yang belum terjangkau program Makan Bergizi Gratis. Niat kami hanya untuk membangun dan mendukung program pemerintah, bukan untuk memperjualbelikan titik atau fasilitas yang dibangun,” ujar Herwil, Minggu (21/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas di wilayah terpencil memiliki tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan di wilayah perkotaan, mulai dari keterbatasan akses hingga tingginya biaya logistik.

Menurut APGI 3T, sebagian besar pembangunan telah diselesaikan sejak Oktober hingga Desember 2025. Namun hingga saat ini, banyak pengelola belum memperoleh kepastian mengenai aktivasi operasional SPPG yang telah dibangun.

“Dana pembangunan berasal dari modal pribadi dan pinjaman. Banyak komitmen yang harus kami penuhi kepada pekerja maupun pihak yang terlibat dalam pembangunan. Namun sampai saat ini belum ada kepastian operasional,” kata Herwil.

APGI 3T mencatat sebanyak 645 SPPG di wilayah terpencil telah menyelesaikan tahapan pembangunan, appraisal, verifikasi, pembukaan virtual account, penetapan kepala SPPG, hingga menerima draft perjanjian kerja sama dan dinyatakan siap operasional. Nilai investasi yang telah direalisasikan diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun.

Karena itu, APGI 3T berharap BGN dapat segera memberikan kepastian operasional terhadap seluruh SPPG yang telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis, agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat segera dirasakan masyarakat di wilayah 3T.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement