JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia melepas ekspor perdana lidi sawit sebanyak 28 ton ke China. Lidi sawit yang diekspor berasal dari perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh.
Produk tersebut dikumpulkan dan diusahakan oleh petani sawit, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta koperasi anggota Aspekpir melalui program pemberdayaan yang dijalankan bersama BPDP. Aspekpir menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai eksportir yang akan memasarkan produk lidi sawit ke pasar internasional.
Ketua Umum Aspekpir Setiyono mengatakan, ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan Aspekpir bersama BPDP di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara.
“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” kata Setiyono dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP melalui Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat menyampaikan bahwa BPDP telah melakukan berbagai kegiatan promosi mengenai potensi nilai tambah ekonomi dari produk samping dan limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit sejak 2024.
Menurutnya, berbagai workshop produksi lidi sawit telah dilaksanakan di sejumlah daerah seperti Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasang Kayu, Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petani sekaligus memastikan kualitas produk memenuhi standar pasar ekspor.
“BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya.
BPDP menilai pengembangan lidi sawit memiliki peluang besar karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku ekspor maupun berbagai produk kerajinan yang dikerjakan pelaku UMKM di daerah.
Sementara itu, Direktur Utama Arra Setya Abadi Ilham Setiadi mengatakan, pihaknya bersama Aspekpir dan didukung BPDP terus melakukan sosialisasi dan pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit sejak akhir 2024.
Dia menyebut permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus meningkat sehingga peluang pengembangan usaha tersebut masih terbuka luas bagi petani dan UMKM di berbagai daerah sentra perkebunan sawit.
Setiyono menambahkan sedikitnya tujuh koperasi anggota Aspekpir terlibat dalam penyediaan bahan baku lidi sawit yang diekspor ke China. Kegiatan tersebut diperkirakan memberikan manfaat ekonomi kepada sekitar 2.800 anggota koperasi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut mengapresiasi keberhasilan ekspor perdana tersebut. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah mengatakan Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit.
“Kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberhasilan ekspor seperti ini,” katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.