“Selama ada permintaan, industri akan bergerak. Baik untuk kendaraan penumpang maupun kendaraan komersial, terutama yang diproduksi di dalam negeri,” katanya.
Meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS, pelaku industri otomotif masih berhati-hati dalam melakukan penyesuaian harga kendaraan.
Produsen, masih mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kondisi stok, ketersediaan komponen, hingga kontrak pembelian bahan baku jangka panjang sebelum mengambil keputusan harga.
Gaikindo juga menilai kenaikan harga yang terlalu cepat dapat mempengaruhi daya beli masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi menahan permintaan, terutama di tengah masih cukup besarnya stok kendaraan di tingkat pabrikan maupun diler.
Di sisi lain, penyelenggaraan GIIAS 2026 diharapkan dapat memperkuat interaksi antara pelaku industri dan konsumen, sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan perkembangan teknologi otomotif, termasuk kendaraan ramah lingkungan.