Hal tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar energi masyarakat tetap terkendali demi menjaga ketenangan publik.
Dudung menggarisbawahi tiga aspek krusial yang menjadi fokus utama dalam verifikasi lapangan, yakni memastikan keamanan stok BBM, menjamin mutu BBM, serta memastikan kelancaran distribusi dari terminal ke SPBU dan masyarakat.
Langkah preventif ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi kelangkaan, penumpukan antrean, maupun gangguan pasokan yang dapat berdampak langsung terhadap aktivitas dan produktivitas masyarakat.
"Terminal BBM Plumpang memiliki peran yang sangat vital sebagai salah satu simpul utama distribusi energi untuk DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya. Kesiapan operasional Plumpang menjadi indikator penting bagi ketahanan pasokan energi di kawasan Jabodetabek. Jika Terminal Plumpang beroperasi dengan baik, distribusi energi regional akan jauh lebih terkendali," ujarnya.
Sebagai salah satu simpul utama distribusi energi nasional, Terminal BBM Plumpang memegang peran penting dalam menyuplai energi bagi kawasan metropolitan DKI Jakarta dan wilayah penyangga sekitarnya.