Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 KEK Baru Tunggu Persetujuan Presiden Prabowo

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 06 Juli 2026 |19:06 WIB
6 KEK Baru Tunggu Persetujuan Presiden Prabowo
6 KEK Baru Tunggu Persetujuan Presiden Prabowo (Foto: Sesmenko soal KEK/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan pengoperasian enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru saat ini masih menunggu proses penandatanganan Peraturan Pemerintah (PP) yang diteken oleh Presiden Prabowo Subianto. PP ini sebagai landasan hukum final dari setiap kawasan yang diusulkan tersebut.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengonfirmasi bahwa penyelesaian draf regulasi ini menjadi tahapan penting paling akhir sebelum keenam wilayah ekonomi tersebut diizinkan beraktivitas secara resmi. Namun, pihaknya belum dapat memberikan kepastian mengenai tanggal persis penandatanganan dokumen negara tersebut.

"Karena satu KEK harus ada satu peraturan pemerintah. Jadi sore ini kami akan rapat lagi," ungkap Susiwijono kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (6/7/2026).

Susiwijono mengklaim bahwa arus usulan pembentukan zona ekonomi baru terus mengalir deras dari para pelaku usaha lintas sektor.

Dia membocorkan adanya pengajuan berskala jumbo dari salah satu entitas bisnis besar, meski dirinya masih enggan membeberkan identitas korporasi tersebut.

Fenomena ini dinilai menjadi indikator sahih bahwa magnet investasi Indonesia, khususnya investasi asing langsung (foreign direct investment) di sektor manufaktur, tetap kompetitif.

Wacana ekspansi penambahan enam KEK ini sebenarnya sudah digulirkan oleh pemerintah sejak September tahun lalu.

Salah satu proyek yang paling menarik perhatian adalah usulan pendirian KEK Halal pertama di Indonesia yang mengambil lokasi strategis di Sidoarjo, Jawa Timur.

Pemerintah memproyeksikan kawasan ini sebagai jembatan strategis untuk masuk ke dalam ekosistem rantai pasok industri halal global.

Fokus utamanya adalah memacu lokalisasi industri berbasis bahan baku halal yang selama ini pasar ekspornya justru dikuasai oleh negara-negara non-muslim.

Susiwijono mencontohkan komoditas gelatin sebagai komoditas utama yang dibidik untuk dikembangkan di Sidoarjo.

 

Selama ini, mayoritas pangsa pasar gelatin dunia diproduksi di China dengan memanfaatkan bahan baku tulang serta kulit babi, padahal konsumen terbesarnya terkonsentrasi di wilayah Timur Tengah.

Lewat KEK Halal Sidoarjo, Indonesia berniat memproduksi gelatin alternatif yang bersertifikat murni halal demi merebut nilai tambah ekonomi dari rantai pasok global tersebut.

Susiwijono mengklaim bahwa sejumlah pemodal asing telah menyatakan komitmen serius untuk menyuntikkan modal mereka di KEK Halal ini.

Sebagai informasi, saat ini Indonesia telah mengoperasikan sebanyak 25 KEK yang tersebar di berbagai pulau.

Komposisi sebarannya terdiri atas 13 KEK yang difokuskan pada sektor industri manufaktur dan 12 KEK yang bergerak spesifik di sektor jasa dan pariwisata.

Berdasarkan data performa hingga penutupan kuartal I 2026, akumulasi realisasi investasi yang berhasil diserap oleh seluruh KEK di Indonesia telah menembus angka Rp353,3 triliun.

Roda ekonomi di puluhan kawasan khusus tersebut juga diklaim telah memberikan dampak sosial riil dengan berhasil menyerap tenaga kerja lokal hingga mencapai sekitar 266 ribu orang.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement