Menariknya, dia mengungkapkan adanya pergeseran preferensi yang sangat masif di kalangan pengemudi saat ini. Faktor efisiensi biaya operasional harian membuat permintaan kendaraan listrik melonjak tajam.
“Permintaan kendaraan EV dari mitra driver kami saat ini terus meroket hingga menyentuh angka 80 persen. Menjawab antusiasme tersebut, tahun ini kami memasang target agresif untuk mengoperasikan sedikitnya 500 unit kendaraan EV di jalanan,” tuturnya.
Melihat kokohnya pondasi kemitraan, TOP dan POJ juga sudah membidik peta roadmap bisnis masa depan yang lebih ekspansif. Selain berencana mengepakkan sayap layanan kendaraan roda empat ke kota-kota tier dua di Indonesia, kedua korporasi saat ini tengah melakukan studi kelayakan untuk masuk ke lini bisnis baru, yaitu penyewaan kendaraan roda dua berbasis listrik untuk melayani segmen kurir logistik dan transportasi penumpang yang lebih lincah.
Melalui kolaborasi tersebut, POJ dan TOP berharap dapat memperkuat infrastruktur pendukung industri ride hailing, ikut mengurangi emisi karbon sekaligus memberikan alternatif akses kendaraan yang lebih mudah bagi masyarakat yang ingin bekerja sebagai mitra pengemudi.
(Anindita Trinoviana)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.