Di sisi lain, Ibrahim menyebut cadangan emas Rusia dilaporkan mengalami penurunan. Kondisi tersebut dikaitkan dengan kebutuhan pembiayaan di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Ukraina, meski klaim tersebut belum disertai data resmi.
Ia menilai kondisi tersebut turut memengaruhi prospek harga emas dunia. Untuk perdagangan sepekan ke depan, harga emas dunia diproyeksikan bergerak pada kisaran level support USD3.906 per troy ounce hingga resistance USD4.348 per troy ounce. Sementara itu, harga logam mulia di dalam negeri diperkirakan berada pada rentang Rp2.570.000 hingga Rp2.800.000 per gram.
Menurut Ibrahim, pembelian emas oleh bank sentral dilakukan sebagai upaya mendiversifikasi aset cadangan devisa. Selain mengurangi eksposur terhadap dolar AS, emas dinilai tetap menjadi instrumen investasi yang mampu mempertahankan nilainya ketika inflasi tinggi maupun saat terjadi gejolak ekonomi global.
"Jadi, dalam sepekan ke depan harga emas dunia kemungkinan bergerak di level support USD3.906 per troy ounce, sedangkan level resistancenya berada di USD4.348 per troy ounce. Untuk logam mulia di dalam negeri, harga diperkirakan bergerak pada level support Rp2.570.000 per gram hingga resistance Rp2.800.000 per gram," pungkas Ibrahim.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.