Penerapan standar keselamatan tersebut mencakup kajian risiko seperti Hazard Identification (HAZID) dan Hazard and Operability Study (HAZOP) untuk mengidentifikasi potensi bahaya serta meningkatkan keandalan fasilitas operasional.
Penguatan sistem operasional tersebut turut mendukung kesiapan distribusi energi pada periode dengan tingkat permintaan tinggi, seperti Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam periode tersebut, perusahaan mengerahkan ribuan Awak Mobil Tangki untuk menjaga kelancaran distribusi BBM dan LPG di berbagai wilayah Indonesia.
Selain aspek operasional, perusahaan juga menjalankan sejumlah upaya terkait efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan usaha.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.