Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produsen Kendaraan China, Jepang hingga Jerman Dirayu Hadirkan Bus Hidrogen di Indonesia

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 21 Juli 2026 |20:14 WIB
Produsen Kendaraan China, Jepang hingga Jerman Dirayu Hadirkan Bus Hidrogen di Indonesia
PT PLN (Persero) melirik produsen kendaraan asal Jepang, China, hingga Jerman untuk menghadirkan kendaraan berbasis hidrogen di Tanah Air. (Foto: Okezone.com/PLN)
A
A
A

JAKARTA - PT PLN (Persero) melirik produsen kendaraan asal Jepang, China, hingga Jerman untuk menghadirkan kendaraan berbasis hidrogen di Tanah Air. Negara-negara tersebut telah memiliki teknologi yang siap digunakan, sehingga implementasi transportasi berbasis hidrogen dinilai hanya tinggal menunggu kesiapan armada.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN bersama PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan fondasi ekosistem hidrogen nasional, mulai dari pasokan hidrogen hingga stasiun pengisian bahan bakar hidrogen (Hydrogen Refueling Station/HRS). Saat ini, tantangan terbesar adalah menghadirkan kendaraan hidrogen untuk mulai beroperasi di jalan raya.

"Hydrogen refueling station sudah ada dan siap digunakan, hidrogennya juga sudah tersedia. Tinggal kendaraan atau bus hidrogennya yang belum ada," kata Darmawan dalam acara Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, PLN telah berdiskusi dengan sejumlah produsen kendaraan, termasuk Toyota, yang telah mengembangkan teknologi kendaraan berbasis hidrogen. Selain itu, produsen asal Jerman dan China juga disebut telah memiliki bus hidrogen yang siap dioperasikan.

Menurut Darmawan, armada Transjakarta yang saat ini beroperasi bisa mulai mengganti kendaraannya dengan kendaraan berbasis hidrogen. Hal tersebut dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil maupun kendaraan listrik karena masih terdapat limbah dari proses produksi baterainya.

"Tadi juga sudah diskusi dengan Toyota, ada Toyota Zora itu, bus sudah siap. Kemudian dari Jerman juga ada, dari China juga ada. Barangkali Bapak (Menteri ESDM) bisa melobi ke Gubernur DKI ini begitu, (digunakan) Transjakarta," tambahnya.

Darmawan berharap pemerintah dapat mendorong implementasi awal bus hidrogen melalui layanan transportasi publik, seperti Transjakarta. Menurutnya, langkah tersebut akan menjadi titik awal pembentukan ekosistem kendaraan hidrogen di Tanah Air.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement