Sebagai bagian dari strategi transisi energi PLN Group, hingga Juni 2026 PLN EPI telah mengimplementasikan pemanfaatan biomassa pada 52 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan realisasi penggunaan mencapai 932.906 ton.
Seiring meningkatnya kualitas biomassa, nilai kalor rata-rata yang dimanfaatkan juga meningkat menjadi 3.263 kkal per kilogram, dengan memanfaatkan 16 jenis biomassa yang berasal dari limbah pertanian dan kehutanan.
Ke depan, PLN EPI menargetkan pemanfaatan biomassa mencapai 3,7 juta ton pada 2026 dan meningkat menjadi 10 juta ton pada 2030.
Pencapaian tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp5,1 triliun, mengurangi emisi hingga 12 juta ton CO₂ ekuivalen per tahun, memanfaatkan sekitar 20 juta ton limbah biomassa setiap tahun, serta menciptakan sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau di berbagai daerah.
Untuk mendukung target tersebut, PLN EPI terus memperkuat ekosistem biomassa melalui pembangunan jaringan hub dan main hub biomassa, pengembangan fasilitas produksi, digitalisasi rantai pasok, serta kemitraan dengan koperasi, kelompok tani, BUMDes, dan pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini dilakukan guna memastikan pasokan biomassa tetap andal, berkualitas, dan mampu memenuhi kebutuhan pembangkit listrik yang terus meningkat.
Melalui penguatan kepastian pasar dan pengembangan ekosistem biomassa dari hulu hingga hilir, PLN EPI menegaskan komitmennya dalam membangun rantai pasok bioenergi yang tangguh sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.