Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bank Mandiri Dapat Social Loan Rp13,48 Triliun, Dananya untuk UMKM

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 23 Juli 2026 |21:37 WIB
Bank Mandiri Dapat Social Loan Rp13,48 Triliun, Dananya untuk UMKM
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memperoleh social loan senilai USD750 juta atau setara Rp13,48 triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memperoleh social loan senilai USD750 juta atau setara Rp13,48 triliun dari Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), lembaga di bawah World Bank Group.

Head of ESG Framework & Sector Policy ESG Group Bank Mandiri, Fajarsasi Sugiarta, mengatakan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat likuiditas perseroan sehingga mendukung peningkatan penyaluran pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurut Fajarsasi, transaksi social loan menjadi salah satu instrumen pendanaan yang dikembangkan perseroan sebagai bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

"Contoh lainnya juga mungkin belum dipublikasikan, harusnya hari ini juga dipublikasikan. Kita sebenarnya sudah ada transaksi berupa social loan di sisi funding. Itu memang salah satu instrumen likuiditas yang kita dorong supaya bisa meningkatkan pembiayaan ke UMKM, terutama melalui instrumen KUR," ujar Fajarsasi dalam IDX Channel ESG Conference 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7/2026).

Fajarsasi menjelaskan, selain memperkuat likuiditas, social loan dari MIGA juga memberikan manfaat bagi Bank Mandiri berupa biaya pendanaan yang lebih rendah dibandingkan sumber pendanaan konvensional.

"Selain itu keuntungan buat Mandiri apa? Keuntungannya kita mendapatkan spread market yang lebih rendah daripada biasanya. Karena social loan yang kita peroleh juga sudah bekerja sama dengan World Bank, salah satu lembaganya adalah MIGA. Jadi mereka menjamin Bank Mandiri dan mulai percaya terhadap governance atau tata kelola yang sudah kita terapkan," katanya.

Sebelumnya, Fajarsasi mengatakan Bank Mandiri terus mencari instrumen pendanaan inovatif untuk memperluas akses terhadap sumber pembiayaan global. Selain menyalurkan produk sustainability loan dan green loan kepada nasabah, perseroan juga menghimpun pendanaan melalui sustainability linked loan.

"Sebagai bank, kita menawarkan sustainability loan dan green loan kepada nasabah, tetapi kita juga melakukan penghimpunan dana dengan sustainability linked loan. Jadi kita membuka akses pendanaan dari luar negeri karena saat ini investor memiliki preferensi terhadap instrumen tersebut. Itu menjadi salah satu competitive advantage yang bisa kita gali," ujarnya.

Sebagai informasi, hingga semester I 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.592 triliun atau tumbuh 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit kepada segmen BUMN dan pemerintahan mendominasi dengan nilai Rp489 triliun atau tumbuh 41,6 persen secara tahunan. Pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan, hingga layanan publik.

Sementara itu, penyaluran kredit kepada segmen UMKM tercatat sebesar Rp31,3 triliun atau tumbuh 15,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun outstanding kredit komersial mencapai Rp343 triliun per Juni 2026 atau meningkat 15,1 persen secara tahunan (year on year/YoY).

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement