Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Dukung Program Badan Karantina Secara Bertahap, Ini Alasannya

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 24 Juli 2026 |18:35 WIB
Purbaya Dukung Program Badan Karantina Secara Bertahap, Ini Alasannya
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah mendukung penguatan kapasitas Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Namun, Purbaya menggarisbawahi bahwa pengembangan program Barantin harus dieksekusi secara bertahap. Hal ini penting untuk disesuaikan dengan ketersediaan ruang fiskal negara serta skala prioritas pembangunan nasional.

"Anggaran kita saat ini masih defisit sehingga kita harus betul-betul hati-hati ketika menambah pengeluaran baru. Saya pikir karantina memang penting, tetapi pelaksanaannya perlu dilakukan secara bertahap sesuai prioritas," tegas Purbaya dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Hal tersebut disampaikan usai Purbaya menerima kunjungan Kepala Barantin beserta jajaran di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (24/7/2026). Pertemuan ini juga membahas penguatan sinergi antarlembaga dalam mendukung biosekuriti, efisiensi ekspor-impor, dan pengelolaan anggaran yang efektif.

Dalam kesempatan itu, Barantin mengungkapkan sejumlah program prioritas, di antaranya penguatan sistem biosekuriti, percepatan integrasi layanan dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui National Logistics Ecosystem (NLE), optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga modernisasi laboratorium dan digitalisasi layanan.

Purbaya menilai fokus awal penguatan sistem biosekuriti nasional sebaiknya diarahkan pada pengetatan pengawasan lalu lintas barang ekspor dan impor.

 

Pendekatan ini dinilai penting untuk mencegah masuknya hama dan penyakit yang berpotensi mengancam sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta ketahanan pangan nasional.

Untuk meningkatkan efisiensi anggaran, Kemenkeu mendorong pemanfaatan bersama infrastruktur pemindaian (scanner) antara Ditjen Bea Cukai dan Barantin secara terpadu.

"Kita ingin investasi pemerintah dilakukan secara tepat sehingga fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan bersama oleh instansi terkait. Dengan begitu, pengawasan semakin efektif sekaligus mendorong efisiensi penggunaan anggaran," ujar Purbaya.

Sebagai langkah nyata, Purbaya menginstruksikan Barantin, Ditjen Bea Cukai, serta Lembaga National Single Window (LNSW) untuk segera memperkuat koordinasi teknis. Hal ini mencakup kesiapan sistem, prosedur operasional standar (SOP), dan mekanisme pertukaran data sebelum integrasi layanan diterapkan secara penuh.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement