JAKARTA - Harga minyak naik lagi dan tembus USD100 per barel. Pemerintah pun sudah menyiapkan skenario Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna mengantisipasi dampak lonjakan harga minyak mentah dunia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan alokasi subsidi energi dan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Saat ini harga BBM subsidi seperti Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan biosolar subsidi Rp6.800 per liter.
Meski demikian, kalkulasi terhadap berbagai skenario kenaikan harga minyak tetap dijalankan sebagai langkah mitigasi risiko.
Purbaya menyampaikan bahwa penyusunan simulasi tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet, agar pemerintah memiliki kesiapan matang menghadapi dinamika harga minyak dunia.
"Kalau yang subsidi (energi) akan kita jaga terus. Cuma kemarin waktu di rapat kabinet, Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda, kan satu saja atau lebih jadi bagaimana kita anggarannya? Jadi kita kan sedang hitung tadi," ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Hasil perhitungan simulasi ini nantinya akan menjadi pijakan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan fiskal lanjutan jika tren penguatan harga minyak terus berlanjut.
Langkah antisipasi pemerintah bertepatan dengan berlanjutnya tren kenaikan harga minyak pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Hingga pukul 14.15 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman September 2026 bertengger di posisi USD98,91 per barel.
Pada sesi perdagangan sebelumnya, Brent bahkan sempat menembus level USD100,69 per barel.
Kenaikan searah juga terjadi pada minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) pengiriman September 2026 yang berada di level USD90,5 per barel, setelah ditutup pada posisi USD92,19 per barel pada sesi sebelumnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.