JAKARTA - Para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diminta memahami potensi desa dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar menyusun strategi bisnis koperasi agar mampu memberikan manfaat bagi warga.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) Destry Anna Sari mengatakan, keberhasilan KDKMP tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga kemampuan manajer dalam membaca potensi daerah, menyusun strategi, dan mengambil keputusan yang tepat.
"Networking ini mahal, karena Anda akan jadi single fighter di KDKMP tempat Anda ditempatkan. Kenali koperasi itu membutuhkan apa," kata Destry dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Dia meminta setiap manajer aktif berkomunikasi dengan kepala desa dan masyarakat untuk memahami kondisi wilayah serta kebutuhan yang dapat dijawab melalui usaha koperasi.
Menurut Destry, koperasi pada dasarnya merupakan perusahaan berbasis komunitas sehingga model bisnis yang dijalankan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat.
Dia menambahkan para manajer tidak cukup hanya memahami konsep bisnis koperasi, tetapi juga harus mampu menerapkannya agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Pelatihan di Makassar diikuti 189 calon manajer KDKMP dan menjadi bagian dari 451 kelas pelatihan yang diselenggarakan secara serentak di berbagai daerah dengan kurikulum yang sama.
Dalam kesempatan tersebut, Pendiri The Local Enablers Dwi Purnomo yang menjadi fasilitator pelatihan menekankan pentingnya kepemimpinan dan kemampuan membangun jejaring bagi para manajer koperasi.
Menurut Dwi, manajer KDKMP perlu membangun kolaborasi dengan sesama pengelola koperasi, masyarakat, maupun berbagai pihak di luar desa untuk memperkuat ekosistem usaha koperasi.
Dia juga mengingatkan agar koperasi menghasilkan produk dan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
"Manajer harus berpikir memberikan solusi bagi masyarakat, tidak hanya berpikir menghasilkan produk. Produk itu sebagus apa pun, kalau tidak memberikan solusi, tidak akan menjadi value," kata Dwi.