Menurut dia, persoalan utama bukan terletak pada kapasitas Thomas, melainkan pada persepsi publik dan pasar apabila ia ditunjuk sebagai Gubernur BI.
"Kalau Mas Tommy Djiwandono ditugaskan memimpin BI, tantangannya bukan soal kapasitas. Namun, beliau merupakan tokoh partai, putra mantan Gubernur BI, sekaligus keponakan Presiden. Itu berpotensi memunculkan persepsi di pasar bahwa proses pemilihannya kurang transparan, tidak sepenuhnya berbasis merit, dan dapat memengaruhi persepsi terhadap independensi Bank Indonesia," kata Wijayanto.
Karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan secara matang figur yang akan memimpin BI agar tetap menjaga kepercayaan pasar sekaligus mampu menjawab tantangan baru yang dihadapi bank sentral.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.