Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pipa Gas Dusem Dipercepat, Pembangunan Segmen 2 Capai 32,3%

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 29 Juli 2026 |15:16 WIB
Pipa Gas Dusem Dipercepat, Pembangunan Segmen 2 Capai 32,3%
Pipa Gas Dusem Dipercepat (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Pembangunan Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem (Duri–Sei Mangkei) terus dipercepat guna menghadirkan jaringan distribusi gas yang lebih andal dan terintegrasi di Pulau Sumatera. Proyek ini menjadi tulang punggung pengembangan infrastruktur gas bumi untuk meningkatkan konektivitas pasokan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui.
 
Proyek pipa transmisi gas bumi Dusem yang dibangun menggunakan dana APBN ini terbagi menjadi dua segmen utama. Segmen 1 yaitu segmen SKG Belawan sampai dengan Stasiun Labuhan Batu sepanjang kurang lebih 279,8 km, dan Segmen 2 yaitu segmen Stasiun Labuhan Batu sampai dengan Fasilitas di Duri. PT Brantas Abipraya (Persero), BUMN konstruksi yang berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pembangunan Proyek Pipa Gas Dusem pada segmen 2 di Bagan Batu. Proyek ini menjadi salah satu infrastruktur energi strategis yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas jaringan distribusi gas bumi sekaligus menggerakkan roda perekonomian di berbagai wilayah yang dilalui.

Hingga akhir Juli 2026, progres konstruksi Proyek Pipa Gas Dusem Segmen 2 yang dikerjakan Brantas Abipraya telah mencapai 32,3%. Capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga akselerasi pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan, dengan tetap mengedepankan aspek kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap standar teknis yang berlaku.

Dalam kunjungan kerja yang dilakukan pada 25 Juli 2026, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Proyek Pipa Gas Dusem. Hingga saat ini, proyek tersebut telah membukukan 300.000 jam kerja aman (safe man-hours) dengan menyerap 447 tenaga kerja.

Laode menyampaikan apresiasi kepada kontraktor atas pelaksanaan pekerjaan yang dinilai berjalan dengan baik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan. "Saya mengingatkan bahwa seluruh pekerjaan ini harus mengutamakan aspek keselamatan yang memadai," ujar Laode.

 

Ketahanan Energi di Sumatera

Pembangunan jaringan pipa gas sepanjang 262 km ini memiliki peran penting dalam meningkatkan keandalan pasokan energi bagi sektor industri, pembangkit listrik, hingga kawasan ekonomi. Dengan distribusi gas yang semakin efisien, biaya energi dapat ditekan sehingga mampu meningkatkan daya saing industri nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. 

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, mengatakan bahwa keterlibatan Brantas Abipraya dalam proyek ini merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi dan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

"Proyek Pipa Gas Dusem bukan sekadar pembangunan infrastruktur energi, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi. Kehadiran jaringan pipa ini akan memperkuat distribusi gas nasional, mendukung aktivitas industri, membuka peluang investasi, serta menciptakan multiplier effect bagi masyarakat di sekitar proyek. Brantas Abipraya berkomitmen menyelesaikan proyek ini dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu," ujar Dian.

Dalam pelaksanaannya, Brantas Abipraya menerapkan standar konstruksi terbaik dengan mengedepankan aspek Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE). Perusahaan juga memanfaatkan teknologi konstruksi yang efisien untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target mutu, biaya, dan waktu.

Selain memberikan manfaat bagi sektor energi, proyek ini turut menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal serta mendorong pertumbuhan usaha pendukung di sekitar lokasi pembangunan. Kehadiran proyek strategis tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan aktivitas perdagangan hingga berkembangnya sektor jasa dan UMKM. Bukannya tanpa alasan, adanya jaringan pipa transmisi gas bumi ini nantinya dapat mengalirkan pasokan gas untuk sektor industri, komersial, dan rumah tangga.

Sebagai perusahaan konstruksi nasional yang telah dipercaya mengerjakan berbagai proyek strategis di Indonesia, Brantas Abipraya terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui pembangunan Proyek Pipa Gas Dusem, Brantas Abipraya optimistis dapat menghadirkan infrastruktur energi yang andal, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

“Semoga dengan tuntasnya proyek ini nantinya dapat memberikan dampak positif yang masif bagi industri lokal di sepanjang koridor Sumatera Utara hingga Riau. Kehadiran pipa ini menjadi "jalan tol energi” yang memecahkan masalah keterbatasan infrastruktur gas dan memacu efek domino ekonomi lokal,” tutup Dian.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement