Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketahanan Infrastruktur Gas, Respons Darurat Pipa Bawah Laut Disiapkan

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 09 September 2026 |22:01 WIB
Ketahanan Infrastruktur Gas, Respons Darurat Pipa Bawah Laut Disiapkan
Ketahanan Infrastruktur Gas, Respons Darurat Pipa Bawah Laut Disiapkan (Foto: Dokumentasi)
A
A
A

JAKARTA - Ketahanan infrastruktur gas diperkuat melalui peningkatan kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat pada sistem pipa bawah laut. Hal ini melalui kolaborasi PT Nusantara Regas (NR) bersama PT PGAS Solution (PGN Solution).

Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keandalan aset dan kontinuitas penyaluran gas yang mendukung kontinuitas penyaluran gas bagi Jakarta dan Jawa Barat.

Direktur Utama PGN Solution Sonny Rahmawan Abdi menyampaikan bahwa efektivitas penanganan keadaan darurat pada infrastruktur energi sangat ditentukan oleh kesiapan dan sinergi antar pihak sejak sebelum insiden terjadi.

“Penanganan keadaan darurat pada infrastruktur energi tidak hanya membutuhkan kecepatan respons, tetapi juga koordinasi, kompetensi, dan kesiapan sumber daya yang kuat," katanya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Melalui kerja sama ini, PGN Solution siap mensinergikan kapabilitas yang dimiliki dengan NR untuk memperkuat kesiapan penanganan keadaan darurat, termasuk dalam menjaga keselamatan, keandalan aset, serta keberlangsungan operasi.

Kolaborasi ini sekaligus memperkuat komitmen kedua perusahaan di bawah Subholding Gas Pertamina dalam menjaga asset integrity, operational reliability, keselamatan operasi, perlindungan lingkungan, dan kontinuitas penyaluran gas.

Penguatan kerja sama antara NR dan PGN Solutian ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Kesiapsiagaan Penanganan Keadaan Darurat pada Sistem Pipa Bawah Laut PT Nusantara Regas di Jakarta.

Nota Kesepahaman ini selanjutnya akan menjadi landasan bagi kedua perusahaan untuk menyusun bentuk kerja sama yang lebih operasional melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau Emergency Repair Agreement (ERA).

Kerja sama lanjutan diharapkan dapat memperjelas mekanisme koordinasi, pembagian peran, dan mobilisasi sumber daya dalam menghadapi kondisi darurat pada sistem pipa bawah laut.

Adapun nilai strategis kerja sama itu mengingat sistem pipa bawah laut merupakan tulang punggung rantai operasional NR.

Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di Perairan Teluk Jakarta yang terhubung dengan Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang dioperasikan melalui pipa bawah laut sepanjang sekitar 15 kilometer.

Melalui jalur pipa ini, gas hasil regasifikasi LNG disalurkan menuju daratan untuk memasok gas bagi PLTGU Muara Karang, Tanjung Priok, dan PLTGU Muara Tawar.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement