Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Potensi Biomassa di RI 83,4 Juta Ton, Buka Peluang Kolaborasi Energi Hijau

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 07 September 2026 |22:01 WIB
Potensi Biomassa di RI 83,4 Juta Ton, Buka Peluang Kolaborasi Energi Hijau
Potensi Biomassa di RI 83,4 Juta Ton, Buka Peluang Kolaborasi Energi Hijau (Foto: PLN EPI)
A
A
A

JAKARTA - Potensi ketersediaan bahan baku energi hayati di Indonesia mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun. Sumatera memiliki potensi terbesar sekitar 42,8 juta ton, diikuti Kalimantan 18,9 juta ton dan Jawa 13,1 juta ton. Potensi tersebut antara lain berasal dari residu kelapa sawit, kayu, sekam padi, tebu, jagung hingga limbah perkotaan.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, PLN EPI memetakan sumber daya berdasarkan kedekatan dengan pembangkit dan mengembangkan standardisasi rantai pasok melalui konsep sub-hub, hub, dan main hub. 

Sub-hub menjadi titik pengumpulan bahan baku, sementara hub berfungsi sebagai fasilitas produksi, penyimpanan dan pengendalian kualitas. Main hub memiliki fungsi lebih terintegrasi mulai dari produksi, blending, penyimpanan hingga pengendalian kualitas sebelum produk didistribusikan ke pembangkit maupun pengguna lainnya.

PLN EPI mengajak pelaku usaha dan mitra strategis memperkuat kolaborasi pengembangan ekosistem energi hijau berbasis biomassa melalui pemanfaatan residu pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga sampah menjadi sumber energi bernilai tambah.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya bahan baku energi hayati yang melimpah dan tersebar dekat dengan berbagai titik pembangkit PLN. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk membangun rantai pasok yang efisien sekaligus menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di daerah.

“Semua sumber biomassa itu ada di dekat titik-titik pembangkit milik PLN. Dekat sekali. Potensi ini harus kita bangun menjadi sebuah ekosistem agar memberikan nilai tambah, bukan hanya untuk sektor energi, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah,” ujar Hokkop di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Strategi tersebut sejalan dengan pengembangan fasilitas hub PLN EPI pada sejumlah lokasi strategis hingga 2027 untuk meningkatkan kuantitas, kualitas, dan keberlanjutan pasokan biomassa, termasuk melalui kerja sama dengan mitra strategis.

Menurut Hokkop, pengembangan rantai pasok biomassa sekaligus membuka ruang yang luas bagi keterlibatan pelaku usaha lokal. Saat ini, PLN EPI telah berkolaborasi dengan hampir 200 mitra pemasok, dengan sekitar 80 persen di antaranya merupakan UMKM yang terhubung dengan masyarakat dan sumber bahan baku di berbagai daerah.

“Jadi ekonomi sirkularnya jalan. 2,5 juta ton itu rata-rata dari kolaborasi antara mitra usaha UMKM dengan teman-teman di desa,” kata Hokkop.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement