Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masih Adakah Peran Perbankan Saat Bansos Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih?

Feby Novalius , Jurnalis-Minggu, 02 Agustus 2026 |18:05 WIB
Masih Adakah Peran Perbankan Saat Bansos Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih?
Penyaluran bansos ke depan melalui Kopdes Merah Putih. (Foto: Okezone.com/BGN)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan perbankan masih memiliki peran dalam penyaluran bantuan sosial (bansos), meski pemerintah mulai menguji coba penyaluran melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kementerian Sosial akan memulai pilot project penyaluran bansos di 900 titik KDMP yang telah siap beroperasi. Uji coba tersebut merupakan bagian dari rencana strategis yang diintegrasikan dengan KDMP berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. 

"Ini kita akan coba jajaki. Karena sekarang sudah mulai proses penyaluran triwulan III, nanti akan kita lihat dan simulasikan. Kita akan coba dulu penyaluran di 900 titik KDMP yang sudah siap beroperasi. Dan yang akan melayani nantinya adalah agen-agen dari perbankan," kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, mekanisme penyaluran bansos saat ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku. Artinya, penyaluran masih dilakukan melalui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) atau PT Pos Indonesia.

Dalam skema uji coba tersebut, bank Himbara akan membuka agen di gerai KDMP. Dengan demikian, data penerima manfaat tetap dikelola dan diproses oleh perbankan, sementara KDMP berfungsi sebagai titik layanan yang lebih dekat dengan masyarakat desa.

Menurut Gus Ipul, pendekatan ini bertujuan mempermudah akses penerima manfaat tanpa mengubah mekanisme penyaluran yang telah diatur pemerintah.

"KDMP itu kan posisinya di desa, sehingga penerima manfaat tidak perlu jauh-jauh dan bisa lebih mudah mengakses," ujarnya.

Ia menegaskan, belum ada pengalihan penuh penyaluran bansos kepada KDMP. Ke depan memang terbuka peluang penyaluran dilakukan langsung melalui koperasi apabila regulasi mengalami perubahan. Namun, untuk saat ini perbankan tetap menjadi penyalur utama.

"Jadi, ada dua pilihannya. Pertama, pihak perbankan akan membuka agen di KDMP-KDMP. Yang kedua, kalau regulasinya sudah ada perubahan, bisa jadi penyalurannya lewat langsung ke KDMP. Tapi, untuk sekarang regulasinya memang melalui Himbara," kata Gus Ipul.

Selain perbankan, PT Pos Indonesia juga tetap memiliki peran penting dalam penyaluran bansos. PT Pos akan tetap melayani masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta penerima manfaat dengan kondisi khusus, seperti lanjut usia dan penyandang disabilitas berat, melalui layanan antar langsung ke rumah.

Adapun jenis bantuan sosial yang disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bansos sembako.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul juga memaparkan empat rencana strategis Kemensos yang diintegrasikan dengan KDMP. Pertama, mendorong seluruh keluarga penerima manfaat menjadi anggota KDMP. Kedua, membuka peluang agar produk hasil usaha penerima manfaat dapat dipasarkan melalui KDMP.

Ketiga, penyaluran bansos secara bertahap akan dilaksanakan melalui KDMP. Keempat, keluarga penerima manfaat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan berbelanja di KDMP yang berada di desa masing-masing.

Menurut Gus Ipul, integrasi tersebut diharapkan dapat mendekatkan layanan kepada masyarakat, meningkatkan efektivitas penyaluran bansos, sekaligus menggerakkan perekonomian desa.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement