Kementerian PU mengakui pembangunan ruas tersebut menghadapi tantangan besar karena melintasi kawasan pegunungan dengan tebing curam, hutan lebat, curah hujan tinggi, serta potensi bencana longsor. Mobilisasi alat berat dan material konstruksi juga memerlukan penanganan khusus akibat terbatasnya akses menuju lokasi proyek.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kementerian PU menerapkan berbagai teknologi modern, mulai dari survei Real-Time Kinematic (RTK) berbasis satelit GNSS yang dipadukan dengan survei LiDAR untuk memperoleh data topografi yang akurat. Selain itu, dilakukan survei geoteknik secara detail sebagai dasar penyusunan desain konstruksi, penyesuaian metode kerja sesuai kondisi medan, serta pengawasan mutu dan keselamatan kerja secara ketat.
Pada titik-titik rawan longsor, pemerintah juga membangun sistem drainase lereng, melakukan stabilisasi tebing, memasang struktur penahan tanah, revegetasi, serta pemantauan kondisi lereng secara berkala guna menjaga keamanan dan keberlanjutan fungsi jalan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.