Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rosan Lapor Prabowo, Arab Saudi Tawarkan Danantara Jadi Pemilik Bandara Madinah

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 06 Agustus 2026 |16:29 WIB
Rosan Lapor Prabowo, Arab Saudi Tawarkan Danantara Jadi Pemilik Bandara Madinah
Danantara (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani melaporkan hasil kunjungan kerjanya ke Arab Saudi kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Salah satu yang dibahas yakni tawaran kepada Danantara untuk memiliki porsi kepemilikan di Bandara Madinah.

Rosan mengatakan, dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo juga meminta perkembangan rencana pembangunan kawasan perkampungan Indonesia di Makkah seluas 4,4 hektare.

"Karena kita juga sudah memproses untuk pemilihan eh apa arsiteknya, ilustrasinya seperti apa, bapak minta di-update," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (6/8/2026).

Selain itu, Rosan melaporkan hasil pertemuannya dengan Menteri Investasi Arab Saudi Fahad bin Abduljalil Al-Saif. Menurutnya, salah satu pembahasan adalah peluang kerja sama di sektor pengelolaan bandara di Madinah.

"Di sana kebetulan menteri investasinya juga baru teman saya, ketemu sekalian bertemu juga dengan penasehat Raja dan beberapa kerja sama di bidang airport di Madinah salah satunya kita ditawarkan untuk Danantara mempunyai porsi kepemilikan di Airport Madinah," katanya.

Rosan mengungkapkan, penawaran tersebut disampaikan langsung oleh pihak Kerajaan Arab Saudi. Danantara pun akan segera menindaklanjutinya dengan penjajakan bersama Mada Group atau Mada International Holdings yang mengelola Bandara Madinah.

"Itu di offer langsung kepada saya kita akan lagi sedang jajaki nanti timnya akan segera bertemu dengan timnya dari Mada Group yang mempunyai airport di Madinah tersebut. Itu satu," tuturnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga menyampaikan perkembangan transformasi perusahaan-perusahaan BUMN kepada Presiden Prabowo. Laporan tersebut mencakup penyederhanaan struktur kepengurusan agar pengambilan keputusan lebih cepat dan efisien.

Selain itu, ia melaporkan progres pemangkasan atau streamlining jumlah perusahaan pelat merah yang berada di bawah pengelolaan Danantara.

"Karena sekarang streamlining yang kita sudah lakukan kurang lebih sudah 274 perusahaan per akhir bulan Juli kemarin. Beliau juga minta di-update seperti itu," papar Rosan.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement