"Alhamdulillah karena Bapak Presiden mengerti betul tentang bagaimana tujuan hilirisasi, sekarang yang mengelola dan membiayai hilirisasi adalah Danantara. Jadi ini yang menjadi apresiasi bagi kami yang luar biasa sekali," lanjut Bahlil.
Sekedar informasi, proyek hilirisasi dikuasai investasi asing (foreign direct investment/FDI) sepanjang Januari-Maret 2026. Pada kuartal I-2026, realisasi investasi hilirisasi yang ditanamkan pemodal asing mencapai Rp98,4 triliun.
Secara geografis, 75,5 persen investasi hilirisasi berada di luar Jawa senilai Rp111,4 triliun. Secara rinci, provinsi Sulawesi Tengah menjadi lokasi hilirisasi terbesar dengan Rp24,1 triliun, disusul Maluku Utara, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau.
Sektor mineral mendominasi capaian investasi dengan total Rp98,3 triliun, dipimpin oleh nikel Rp41,5 triliun, tembaga Rp 20,7 triliun, dan besi baja Rp17,0 triliun. Sektor perkebunan dan kehutanan menyumbang Rp29,8 triliun, didominasi kelapa sawit. Sementara minyak dan gas bumi berkontribusi Rp17,7 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp1,7 triliun.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.