Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UMKM Lokal Didorong Perluas Pasar hingga Asia Timur dan Amerika Latin

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 13 Agustus 2026 |13:32 WIB
UMKM Lokal Didorong Perluas Pasar hingga Asia Timur dan Amerika Latin
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang soal Pasar Ekspor Produk Lokal. (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)
A
A
A

JAKARTA — Shopee Indonesia mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta brand lokal memperluas pasar, termasuk ke kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin. Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah inisiatif untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis dan memanfaatkan perdagangan digital.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan perluasan pasar menjadi salah satu kebutuhan utama pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi dan persaingan perdagangan digital yang semakin ketat.

Menurut dia, pelaku usaha menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterampilan digital dan pemasaran daring, pengelolaan biaya promosi, efisiensi operasional, hingga perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI).

"Pelaku usaha perlu meningkatkan keterampilan digital dan pemasaran online agar dapat memaksimalkan pemanfaatan platform. Selain itu, pengelolaan biaya promosi dan efisiensi operasional juga menjadi tantangan agar pertumbuhan penjualan dapat diikuti dengan pengelolaan bisnis yang baik," kata Balques, Kamis (13/8/2026).

Dia mengatakan platform perdagangan digital dapat menjadi salah satu sarana bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan konsumen. Selain pasar domestik, pelaku usaha juga memiliki peluang untuk menjangkau konsumen di pasar internasional.

Untuk mendukung peluang tersebut, Shopee memiliki sejumlah program yang berkaitan dengan ekspor, pelatihan digital, promosi produk lokal, pengelolaan usaha, serta perlindungan HKI. Program-program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kesiapan bisnis sebelum memperluas pasar.

"Harapannya, akses ini dapat membantu semakin banyak pelaku usaha lokal untuk tumbuh dan memperluas pasarnya, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga ke pasar global," ujarnya.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah fasilitasi bagi pelaku usaha yang ingin menjangkau pasar Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin. Menurut Balques, akses ke pasar internasional perlu diikuti dengan kesiapan pelaku usaha dari sisi kapasitas produksi, pemasaran, pengelolaan stok, dan operasional.

Selain akses pasar, penguatan kemampuan digital menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. Shopee menyediakan pelatihan yang mencakup pemasaran daring, promosi, serta optimalisasi iklan. Pelatihan tersebut telah dilakukan sejak 2021 dan dapat diikuti pelaku usaha tanpa biaya.

Balques mengatakan peningkatan keterampilan diperlukan agar pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai kanal digital secara lebih efektif.

"Kami memberikan pelatihan secara gratis agar pelaku usaha dapat meningkatkan keterampilan digitalnya, mulai dari pemasaran, promosi, hingga optimalisasi iklan," katanya.

Dukungan terhadap produk lokal tersebut juga menjadi bagian dari upaya Shopee menyesuaikan pengembangan platform dengan kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Permendag 19/2026 mengatur pengutamaan produk dalam negeri serta UMKM dalam ekosistem perdagangan melalui sistem elektronik. Regulasi tersebut juga mewajibkan platform perdagangan elektronik untuk memberikan prioritas terhadap produk dalam negeri dalam sistem pencarian, rekomendasi, dan pemeringkatan produk.

Balques mengatakan Shopee terus berupaya mendukung implementasi kebijakan tersebut melalui berbagai inisiatif yang memberikan ruang lebih besar bagi produk lokal di ekosistem perdagangan digital.

"Semua perkembangan ini tidak lepas dari koordinasi dengan Kementerian Perdagangan. Dengan semangat Permendag 19 Tahun 2026, kami terus mencari cara yang lebih kreatif untuk membantu pelaku usaha lokal agar semakin mudah mengikuti berbagai program dan mendapatkan dukungan," ujarnya.

Menurut data internal Shopee, dukungan promosi kepada pengusaha dalam negeri mencapai sekitar Rp165 miliar sepanjang 2025. Pada 2026, nilai dukungan dalam bentuk voucher telah mencapai sekitar Rp100 miliar hingga beberapa bulan pertama pelaksanaan program.

Selain pengembangan pasar, perlindungan HKI menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan pelaku usaha. Pemalsuan dan plagiasi dapat memengaruhi daya saing serta keberlanjutan merek dan produk lokal.

Untuk itu, Shopee menyediakan kanal pelaporan dan perlindungan HKI melalui Brand IP Portal. Menurut Balques, layanan tersebut telah digunakan oleh ribuan pemegang hak cipta dan merek.

"Perlindungan HKI penting untuk memperkuat daya saing bisnis, khususnya bagi produk dan brand lokal. Kami berupaya membuat proses pelaporan menjadi lebih mudah sehingga pelaku usaha dapat lebih terlindungi dari praktik pemalsuan dan plagiasi," kata Balques.

Dia menilai penguatan kemampuan digital, efisiensi operasional, akses pasar, serta perlindungan HKI perlu berjalan beriringan agar produk lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga memiliki kesiapan untuk bersaing di pasar global.

Dengan demikian, pemanfaatan platform perdagangan digital diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement