Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ESDM Sebut Hilirisasi Mineral Raup Investasi Rp206,5 Triliun pada Semester I-2026

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 13 Agustus 2026 |16:29 WIB
ESDM Sebut Hilirisasi Mineral Raup Investasi Rp206,5 Triliun pada Semester I-2026
Investasi Hilirisasi di Indonesia (Foto: Okezone)
A
A
A

"Jelas hilirisasi menghasilkan setidaknya empat dampak, yaitu nilai tambah yang meningkat, penerimaan negara menguat, investasi dan kesempatan kerja berkembang, serta yang paling penting adalah fondasi industri strategis nasional yang semakin terbentuk," katanya.

Dia menegaskan, arah hilirisasi mineral Indonesia tidak boleh berhenti pada aktivitas pengolahan dan pemurnian. Pemerintah mendorong agar industri terus bergerak menuju industri antara, manufaktur, teknologi, hingga industri turunan.

Tri mencontohkan komoditas nikel. Menurutnya, nilai ekonomi nikel akan meningkat signifikan ketika rantai pengolahannya diperluas dari bijih menjadi nikel sulfat, prekursor, katoda, hingga sel baterai.

Hal serupa berlaku untuk tembaga dan bauksit. Tembaga, misalnya, dapat dikembangkan dari bijih menjadi konsentrat, katoda, hingga produk kabel tembaga yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

"Ukuran keberhasilan kita bukan sekadar berapa banyak mineral yang kita tambang," tegas Tri.

Dia mengatakan penguasaan rantai nilai mineral menjadi semakin penting di tengah agenda transisi energi dan transformasi teknologi global. Ketahanan energi, lanjutnya, tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber energi, tetapi juga kemampuan suatu negara menguasai bahan baku teknologi, kapasitas manufaktur, dan rantai pasok industri.

Di sisi lain, Tri menekankan percepatan hilirisasi harus tetap berjalan beriringan dengan prinsip keberlanjutan. Kegiatan pertambangan dan pengolahan mineral harus menerapkan good mining practices, termasuk keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, kepatuhan, reklamasi pascatambang, efisiensi energi, serta pengelolaan limbah.

"Keberlanjutan bukan hanya merupakan aksesori dari kebijakan hilirisasi, namun juga keberlanjutan adalah prasyarat dari daya saing yang nyata," ujarnya.

Pemerintah juga memperkuat pengawasan melalui digitalisasi, antara lain dengan memanfaatkan Minerba One Map Indonesia (MOMI), MODI, MOMS, dan Pelita. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan tata kelola, pengawasan, kepatuhan, serta keterlacakan rantai pasok sektor minerba.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement