JAKARTA - Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria memberikan tanggapan terkait potensi delisting saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perdagangan saham WSKT telah disuspensi oleh BEI sejak 8 Mei 2023 akibat kegagalan pemenuhan kewajiban pembayaran bunga pokok dan obligasi, serta menyandang notasi khusus X pada papan pemantauan khusus.
Menanggapi ancaman pencabutan status perusahaan terbuka tersebut, Dony menegaskan bahwa prioritas utama Danantara saat ini adalah pemulihan kondisi keuangan BUMN karya tersebut secara substansial.
“Kita ingin melakukan proses penyehatan ini secara fundamental dan real. Intinya saya tidak ingin bahwa, ‘oh sudah dibetulin’, seolah-olah betul, nanti meledak lagi, enggak. Saya tidak ingin bekerja seperti itu. Saya ingin bekerja betul-betul, kalau sudah disehatkan secara fundamental, dia harus sehat,” kata Dony saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Dony menambahkan bahwa jika skenario delisting menjadi bagian dari konsekuensi proses perbaikan struktur keuangan WSKT, pihaknya siap menghadapi risiko transformasi tersebut demi penyehatan jangka panjang.
“Apa risiko yang diikutinya? Itu tentu kita kaji. Apakah nanti dia delisting, atau apa, itu part of the process, transformasi yang harus kita hadapi. Tetapi yang paling penting itu, perusahaan ini tidak lagi hanya sekadar cover-nya yang baik. Kita ingin secara fundamentalnya memang baik,” jelas Dony.
Dony menekankan bahwa mempertahankan status emiten di bursa tanpa perbaikan kinerja keuangan yang riil justru akan merugikan pemegang saham publik.
“Buat saya yang paling penting itu tadi, fundamentalnya real. Kalau kita lakukan secara fundamental tidak baik tetap di bursa, juga kan kasihan juga pada investornya,” ungkap Dony.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan hingga semester I-2026, WSKT masih membukukan rugi bersih sebesar Rp1,91 triliun. Angka kerugian tersebut membaik 16,96 persen jika dibandingkan dengan posisi semester I 2025 yang mencatatkan rugi bersih Rp2,3 triliun. Sejalan dengan hal itu, rugi per saham dasar membaik menjadi Rp66,57 per lembar saham dari sebelumnya Rp80,17.
Dari sisi pendapatan, WSKT mengantongi pendapatan usaha sebesar Rp4,91 triliun pada paruh pertama 2026, atau melonjak 58,49 persen secara tahunan (year-on-year).
Sementara itu, total liabilitas perseroan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp66,53 triliun, atau mengalami penurunan tipis 0,8 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp67,06 triliun.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.