Dia menjelaskan, Jasa Raharja terus memperkuat pelayanan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap perbaikan layanan.
Data tidak hanya digunakan untuk melihat angka, tetapi juga menjadi dasar untuk memahami kebutuhan masyarakat, mempercepat respons, menyederhanakan proses, dan memastikan pelayanan menjadi semakin mudah, cepat, dan relevan.
Masyarakat bukan sekadar penerima layanan, tetapi pusat dari seluruh proses perbaikan.
"Setiap inovasi harus menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata, terutama ketika mereka berada dalam situasi yang paling membutuhkan perlindungan," ujarnya.
Sejalan dengan arah transformasi dan penguatan tata kelola sesuai arahan BP BUMN dan Danantara, Jasa Raharja terus memastikan setiap pengembangan layanan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.