Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eks Pejuang Timor-Timur di Kupang Terima 645 Rumah Khusus

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 21 Agustus 2026 |19:08 WIB
Eks Pejuang Timor-Timur di Kupang Terima 645 Rumah Khusus
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyerahkan 645 unit Rumah Khusus (Rusus) tahap V kepada warga eks pejuang Timor-Timur. (Foto: Okezone.com/Brantas Abipraya)
A
A
A

JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyerahkan 645 unit Rumah Khusus (Rusus) tahap V kepada warga eks pejuang Timor-Timur di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 19 Agustus 2026. Pembangunan hunian tersebut merupakan bagian dari Program Penyediaan Hunian Pemerintah untuk mendukung penyediaan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat penerima manfaat.

Pembangunan rumah khusus tersebut merupakan bagian dari program pemerintah untuk menyediakan total 2.100 unit rumah bagi warga eks pejuang Timor-Timur. Dalam program tersebut, PT Brantas Abipraya (Persero) berkontribusi membangun 727 unit rumah.

Penyediaan rumah khusus tersebut juga menjadi wujud perhatian pemerintah dalam memberikan kepastian hunian yang layak bagi masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

Rumah khusus tersebut dibangun menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) tipe 36 yang dirancang sebagai hunian tahan gempa. Setiap rumah berdiri di atas kavling seluas 150 meter persegi. Selain hunian, kawasan tersebut dilengkapi infrastruktur pendukung untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan menunjang aktivitas masyarakat.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan pembangunan rumah khusus tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan karya konstruksi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan Rumah Khusus ini bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan konstruksi, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari sinergi pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak bagi warga eks pejuang Timor-Timur,” ujar Dian, Jumat (21/8/2026).

Menurut Dian, penyediaan rumah layak huni merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga eks pejuang Timor-Timur yang selama puluhan tahun menantikan kepastian tempat tinggal yang layak.

“Kami memahami bahwa rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat bagi keluarga untuk tumbuh, berkumpul, dan membangun kehidupan yang lebih baik. Karena itu, kami berupaya memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas dan ketepatan pelaksanaan agar hunian yang dibangun dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penerima manfaat,” lanjut Dian.

Kehadiran hunian tersebut diharapkan tidak hanya memberikan tempat tinggal yang lebih layak, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup para penerima manfaat dan keluarganya. Hunian yang aman dan nyaman merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dian menegaskan bahwa kualitas konstruksi dan tata kelola menjadi bagian penting dalam setiap penugasan yang dijalankan perusahaan, khususnya dalam mendukung program strategis pemerintah.

“Setiap proyek yang kami bangun bukan sekadar menghasilkan bangunan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat. Karena itu, Brantas Abipraya senantiasa mengedepankan profesionalisme, kualitas konstruksi, serta tata kelola yang baik dalam setiap penugasan pemerintah,” tambahnya.

Program penyediaan rumah khusus bagi warga eks pejuang Timor-Timur juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif. Kementerian PU bersama BUMN konstruksi, termasuk Brantas Abipraya, bersinergi dalam mendukung pembangunan hunian dan infrastruktur dasar yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai informasi, kontribusi Brantas Abipraya tersebar sejak penyerahan hunian tahap I hingga tahap V. Perusahaan membangun masing-masing 130 unit pada tahap I, 217 unit pada tahap II, 81 unit pada tahap III, 157 unit pada tahap IV, dan 142 unit pada tahap V.

Sementara itu, secara keseluruhan, jumlah hunian yang dibangun pada setiap tahap mencapai 324 unit pada tahap I, 403 unit pada tahap II, 268 unit pada tahap III, 460 unit pada tahap IV, dan meningkat menjadi 645 unit pada tahap V.

Pada tahap V, Brantas Abipraya kembali mengambil bagian dengan membangun 142 unit dari total 645 unit rumah yang diserahkan kepada masyarakat. Konsistensi kontribusi tersebut menegaskan peran Brantas Abipraya dalam mendukung penyediaan hunian layak sekaligus memperkuat sinergi BUMN konstruksi dengan pemerintah dalam menghadirkan manfaat pembangunan secara langsung bagi masyarakat.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement