Di sisi lain, Kemenhub memastikan ketersediaan ruang udara yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pemadaman karhutla. Informasi penerbangan juga terus diperbarui melalui koordinasi dengan AirNav Indonesia selaku penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan.
Per 20 Agustus 2026, Ditjen Perhubungan Udara mencatat tiga NOTAM aktif yang berkaitan dengan aktivitas penanganan karhutla. Ketiganya meliputi reservasi ruang udara untuk kegiatan water bombing, reservasi ruang udara untuk water bombing dan air patrol di Kalimantan Barat, serta informasi tidak tersedianya Taxiway Alpha di Bandar Udara Banjarmasin akibat aktivitas pesawat water bombing.
Selain itu, terdapat satu NOTAM aktif mengenai penutupan sementara Bandar Udara Nabire akibat kondisi asap yang berasal dari kebakaran hutan.
Ditjen Perhubungan Udara menyatakan akan terus memantau kondisi operasional penerbangan di wilayah terdampak karhutla dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar kegiatan pemadaman dapat berjalan efektif dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kelancaran penerbangan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.