Airlangga menambahkan bahwa dari sekitar 60 negara yang masuk dalam radar kebijakan tarif baru AS, hanya sebagian kecil yang memperoleh preferensi tarif 10 persen seperti Indonesia.
Langkah perundingan ini merupakan respons atas kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang bersiap memberlakukan tarif impor menyeluruh terhadap puluhan negara mitra dagang.
Kebijakan tersebut diumumkan secara resmi oleh Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer pada akhir Juli 2026, di mana Indonesia menjadi salah satu negara yang terhitung dalam daftar penyesuaian tarif tersebut.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.