"Untuk hari ini kita groundbreaking 5,3 GW, dan untuk di Bali adalah 1.000 MW (1 GW) dari 100 GW, tanpa tambahan baterai," tambahnya.
Bahlil mengatakan konsep pengembangan PLTS ini terbagi menjadi beberapa model. Pertama PLTS ground mounted, atau pembangunan skala besar di lahan terbuka. Kedua, PLTS atap dengan memanfaatkan atap bangunan dan fasilitas dipasangkan panel surya. Ketiga, PLTS terapung atau memanfaatkan waduk, danau, maupun badan air untuk pasangi panel surya.
"Kalau ini semua kita mampu implementasikan semuanya, penurunan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun, dengan nilai ekonomi karbon sebesar Rp6,31 triliun," pungkas Bahlil.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.