Khusus di Bali, Bahlil menyebut penggunaan pembangkit energi terbarukan berkapasitas hingga 1.000 MW berpotensi mengurangi konsumsi solar. PLN diperkirakan dapat menghemat sekitar 0,6 juta kiloliter (KL) solar karena sebagian kebutuhan listrik Bali saat ini masih dipenuhi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
"Khusus Bali, dengan kita memakai 1.000 MW, mampu efisiensi 0,6 juta KL solar dilakukan PLN. Selama ini Bali masih pakai PLTD. Jadi tidak heran kemudian karena kampanyenya green energy," kata Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil mengatakan pemerintah akan membuka proses tender pembangunan pembangkit tersebut dengan mendorong keterlibatan perusahaan pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).
Ia mengatakan proyek akan diberikan kepada IPP apabila menawarkan harga yang kompetitif. Namun, jika tidak ada IPP yang berminat atau harga yang ditawarkan tidak kompetitif, pemerintah akan mengambil alih pembangunan melalui Danantara.
"Tim akan lakukan tender. Ini didorong IPP. Kalau harga kompetitif, dikasih IPP. Kalau tidak ada yang mau dan tidak kompetitif, diambil oleh pemerintah lewat Danantara dengan pembiayaan yang efisien, efektif, dan terjangkau," pungkasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.