JAKARTA - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan uji coba penurunan harga saham minimum dari Rp50 menjadi Rp1 telah dilakukan. Namun dalam pelaksanaanya masih ada beberapa anggota bursa yang belum ikut berpartisipasi.
Jeffrey mengatakan setidaknya ada 8 anggota bursa yang belum menerapkan uji coba harga saham minimum Rp1. Namun BEI akan melakukan followup terhadap anggota Bursa Tersebut untuk bisa memakai aturan baru dalam uji coba berikutnya.
"(Uji coba harga saham Rp1) secara umum cukup berhasil, ada sekitar 8 anggota bursa yang belum berpartisipasi. Itu akan kami follow up dalam uji coba berikutnya," ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jumat (28/8/2026).
Jeffrey mengatakan, saat ini forum group disscusion terhadap rencana aturan baru itu telah dilakukan sebelumnya bersama para anggota bursa. Dari sekitar 90 anggota bursa yang saat ini tercatat, ada 8 yang belum berpartisipasi.
Ia menambahkan, timeline penerapan aturan harga minimum saham Rp1 akan tetap dijalankan namun dengan menyesuaikan kesiapan para anggota bursa.
"Kita akan sesuaikan dengan seluruh anggota bursa, karena kita akan memastikan seluruh anggota bursa siap sebelum kita melakukan," lanjutnya.
Sebelumnya Jeffrey menjelaskan kebijakan harga minimum saham Rp1 diambil untuk memberikan akses likuiditas likuiditas dan price discovery. BEI juga telah melakukan diskusi dengan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) dan Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII).
"Kami akan menghapus batasan harga minimum Rp50. Kemarin tanggal 19 Agustus sudah dilakukan diskusi dengan APEI dan AMII untuk mendapat respon dari pelaku," ujarnya kepada wartawan, Kamis (20/8).
Selain itu, Jeffrey juga mengatakan pihaknya juga telah melakukan diskusi dengan investor global terkait rencana aturan baru ini. Namun hingga saat ini aturan baru tersebut masih dalam tahap kajian untuk mengukur kesiapan platform perdagangan Anggota Bursa.
"Detail akan disampaikan kemudian setelah menghimpun masukan dari pelaku dan juga mengukur kesiapan platform perdagangan di Anggota Bursa," katanya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.