JAKARTA - Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mendapat sambutan dari masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan akses terhadap berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Salah satu daya tarik Kopdes Merah Putih yang telah beroperasi di sejumlah wilayah adalah harga komoditas yang dinilai lebih murah dibandingkan dengan harga di sejumlah swalayan dan toko lainnya.
Kopdes Merah Putih yang berada di kawasan Jakarta Timur, misalnya, mulai ramai dikunjungi masyarakat sejak dibuka pada pukul 08.00 WIB. Masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok hingga komoditas yang diperlukan untuk kegiatan usaha.
Pelaku UMKM menjadi salah satu kelompok yang memanfaatkan keberadaan Kopdes Merah Putih untuk mendapatkan berbagai kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau. Selisih harga menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih tempat berbelanja.
Salah seorang warga, Haji Alim, terlihat membeli sejumlah minyak goreng kemasan untuk digunakan dalam kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya.
Warga tersebut mengaku harga minyak goreng kemasan yang dijual di Kopdes Merah Putih lebih murah dibandingkan dengan harga di swalayan yang biasa menjadi tempatnya berbelanja.
“Alhamdulillah, di sini harga minyak goreng jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di swalayan atau toko lainnya. Saya beli banyak untuk bagi-bagi ke warga dalam kegiatan Jumat berkah,” kata Haji Alim usai berbelanja di Kopdes Merah Putih, Jumat (28/8/2026).
Haji Alim berharap harga berbagai komoditas yang dijual di Kopdes Merah Putih dapat tetap terjangkau sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkannya.
Sebelumnya, Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) para pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dengan menggelar kegiatan magang dengan mereplikasi model bisnis koperasi berbasis potensi lokal.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan, Kemenkop memikul tanggung jawab untuk memfasilitasi pendampingan, edukasi, dan pelatihan. pengurus dan pengelola KDKMP dibina agar memiliki rasa kepemilikan yang kuat atas koperasi sebagai milik bersama.
“Loyalitas tumbuh dari pemahaman bahwa keberhasilan koperasi adalah keberhasilan seluruh anggota,” kata Destry.
Tenaga Ahli Utama Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Guruh Muamar Khadafi, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar Yuke Mauliani Septina, serta Ketua Kopontren Al-Ittifaq Setia Irawan.
Destry menyampaikan, KDKMP perlu melahirkan sumber daya manusia yang berpandangan jauh ke depan, mampu berpikir strategis. Tidak hanya mengejar keuntungan sesaat, melainkan juga menjaga keberlanjutan pangan dan ekonomi desa di masa datang.
“Selain itu, pengurus wajib mengenali potensi lokal dan mengubahnya menjadi usaha yang relevan, seperti pengolahan hasil pertanian, pemasaran secara digital, hingga menjalin kemitraan strategis,” ucapnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.