Selama puluhan tahun, suara kereta menjadi bagian dari kesehariannya. Ia bahkan terbiasa tidur dengan suara kereta yang melintas.
Meski sudah terbiasa dengan suara kereta, Suryani tetap memiliki kekhawatiran lain selama tinggal di bantaran rel, terutama ketika terjadi pembongkaran atau penertiban.
“Kalau lagi ada bongkaran itu kan suka ada dari PT KAI, dibongkar gitu, terus kadang suka ada razia, razia KTP itu yang saya takutkan,” ungkapnya.
Kini, setelah sekitar dua bulan tinggal di Hunian Senen, Suryani mengatakan kehidupannya terasa jauh lebih nyaman.
“Makanya saya berterima kasih sama Bapak Presiden. Saya bersyukur banget,” katanya.
Hunian tersebut sangat berarti bagi Suryani, mengingat kondisi ekonominya yang terbatas. Sehari-hari, ia bekerja sebagai pengamen dengan penghasilan yang tidak menentu.